nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prabowo Happy, Gerindra Tetap Bertarung di Dapil Jabar IX

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Selasa 09 Juli 2013 00:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2013 07 09 339 833924 q5gom1nH3W.jpg Prabowo Subianto

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku senang akhirnya Calon Anggota Legislatif Gerindra untuk Daerah Pemilihan Jabar IX diloloskan berdasar keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam sidang sengketa Pemilu, kendati ada sejumlah catatan.

"Saya baru beri kabar ke beliau dan happy. Dia mengatakan luar biasa dan mengucapkan terima kasih ke Pak Habib dan Pak Dasko, anggota dewan pembina," ungkap Kuasa Hukum Gerindra, Habiburokhman, usai sidang sengketa di Bawaslu, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Menurut Habib, ketika ada informasi keterwakilan Caleg Gerindra digugurkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena salah satu calegnya Nur Rahmawati dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), Prabowo langsung mengeluarkan perintah.

Perintah Prabowo kepada Habib dan Dasko ialah memperjuangkan Nur Rahmawati agar tidak dicoret dan Gerindra tidak digugurkan untuk Dapil Jabar IX.

"Bagi kami ini perang sudah dimulai dan kita sudah memulai perang kecil ini. Kalaupun dampak dari putusan Bawaslu, harus mengorbankan ada caleg yang dicoret, ini akan kita musyawarahkan dengan partai. Caleg mau enggak mau harus legowo," paparnya.

Habib menambahkan, hal terpenting dari hasil keputusan Bawaslu, keterwakilan calon Gerindra di Dapil Jabar IX selamat. Bagi Gerindra, meski ada konsekuensi caleg lain harus dicoret, itu bukanlah masalah besar. Karena Gerindra berusaha mengamankan 300 ribu suara dari Dapil Jabar IX.

Sebelumnya, berdasar hasil rapat pleno yang dibacakan dalam putusan sengketa pemilu, dalam amarnya, Bawaslu menerima dan menolak sebagian permohonan Gerindra sebagai pemohon, dengan termohon KPU. Caleg Nur Rahmawati dinyatakan TMS, karena namanya tercatat di PKPI.

Ketua Bawaslu Muhammad, memutuskan keterwakilan calon Partai Gerindra untuk Dapil Jabar IX tidak digugurkan sebagaimana putusan KPU, dengan sejumlah catatan. Bawaslu memutuskan Gerindra tidak mengikutkan Nur Rahmawati. Ini sekaligus menguatkan putusan KPU yang menyatakan Nur Rahmawati TMS.

Karena dinyatakan TMS, Bawaslu meminta Gerindra tidak menambah atau mengganti Nur Rahmawati dengan calon lain. Konsekuensinya, 30 persen perempuan yang semula delapan kursi, tidak terpenuhi.

Maka, Gerindra diminta Bawaslu menyesuaikan kuota 30 persen perempuan setelah Nur Rahmawati dinyatakan TMS. Dengan demikian, Gerindra harus mencoret salah satu caleg laki-laki agar kuota 30 persen perempuan terpenuhi.

Bawaslu memberi batas waktu hingga Rabu 10 Juli, kepada Gerindra untuk memperbaiki keterwakilan calonnya di Dapil Jabar IX. Bawaslu juga meminta kepada KPU untuk menindaklanjuti putusan tersebut. 

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini