nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinilai TMS, Caleg Gerindra Laporkan Bawaslu & KPU ke DKPP

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Selasa 09 Juli 2013 05:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 07 09 339 833941 FTtj2OgvC9.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Calon Anggota Legislatif (Caleg) Partai Gerindra, Nur Rahmawati, tidak puas dengan keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menyatakannya tidak memenuhi syarat (TMS).

Oleh karenanya, Nur akan menggugat keputusan Bawaslu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Tujuannya, agar mendapatkan keadilan dan bisa maju sebagai caleg di Dapil Jawa Barat IX.

"Ya bisa, saya tetap maju untuk kebenaran tidak masalah. Sebab, pengumuman KPU sudah merugikan nama baik dan belum dikonfirmasi tapi sudah keluar di mana-mana," ungkap Nur di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin 8 Juli malam.

 

Sebelumnya, keputusan Bawaslu menyatakan Caleg Gerindra di Dapil Jawa Barat IX tidak gugur, namun Nur tetap dianggap TMS, karena tercatat ganda di PKPI.

Menanggapi hal itu, Nur mengatakan dirinya hanya diminta menandatangani satu biodata oleh PKPI. Kemudian, dua hari setelah itu mengundurkan diri.

"Pada 15 April saya ketemu, tanggal 16 minta data, tanggal 20 saya minta dipertemukan dan tanggal 22 dia tidak pertemukan. Kemudian, tanggal 23 saya minta mundur dan 6 Mei tidak ada nama saya dari caleg PKPI, berarti proses pemunduran diri saya sah," jelasnya

"Namun, pada 20 Mei saya mau masuk Gerindra saya pertegas pengunduran diri saya yang kedua. Kemudian 22 Mei nama saya keluar dari PKPI. Menurut saya aneh, saya mundur sudah sebulan tapi saat yang kedua nama saya dimasukkan tanpa izin," lanjutnya.

Menurut Nur, inti permasalahannya adalah ketidaktahuan dirinya kalau surat pengunduran diri di PKPI tidak diproses. "Setahu saya yang memprosesnya hanya Syarif, sebagai orang yang salah kenal. Dan ternyata si Syarif itu bukan orang PKPI.

Sebenarnya, Nur berharap Bawaslu bisa mengkonfrontasi dirinya dengan pihak PKPI. Namun, Bawaslu justru memutuskannya TMS.

"Harapan saya, ada konfrontasi dari pihak Bawaslu untuk dipertemukan pihak PKPI. Kedua, PKPI selama proses ini berlangsung tidak pernah menghubungi saya, karena tahu saya bukan calegnya," tutupnya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini