Share

Golkar Belum Berminat Gandeng Jokowi di Pilpres

Dede Suryana, Okezone · Senin 15 Juli 2013 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 15 339 837108 gJkSkNLWS0.jpg Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Foto: Dede/Okezone)

JAKARTA - Partai Golkar fokus memperjuangkan pencapresan Aburizal Bakrie (ICal) sebagai calon presiden 2014. Golkar juga menegaskan tidak akan mengutus kader mereka untuk mendampingi calon presiden yang diusung Partai lain.

"Kita sementara ini belum ke arah sana. Justru kita sekarang mencari pendamping ARB (Aburizal Bakrie) sebagai cawapres," ujar Juru bicara DPP Partai Golkar Tantowi Yahya dalam keterangannya, Senin (15/7/2013).

Pernyataan ini sekaligus membantah prediksi Board of Advisor CSIS, Jeffrie Geovanie, bahwa tokoh senior Golkar cocok mendampingi Jokowi, bila PDI Perjuangan

Benar-benar mengusung Gubernur DKI Jakarta itu sebagai capres. Menurut Jeffrie, bila Jokowi bersanding dengan tokoh senior Golkar, maka akan seperti pasangan yang diyakin akan memenangi pilpres. Pasangan itu nanti seperti Presiden AS Barack Obama dengan tokoh senior Joe Biden.

Tantowi menambahkan, partainya kini fokus memperjuangkan pencapresan Ical. Kalaupun ada permintaan dari Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung agar dilakukan evaluasi karena elektabilitas Ical tidak pernah menyentuh angka 10 persen, kata dia, hal itu hanya semacam peringatan.

"Itu positif. Itu semacam warning. Peringatan dari bagian keluarga Partai Golkar agar partai maupun capres kerja lebih keras daripada sekarang. Waktu kan cukup masih jauh," tandasnya.

Bila pun ada evaluasi, apalagi sampai menganulir pencapresan Aburizal Bakrie, hal tersebut hanya bisa dilakukan di forum resmi Partai Golkar.

"Mengubah kebijakan, ya dibutuhkan forum serupa atau forum lebih tinggi untuk menganulir keputusan yang diambil sebelumnya. Kalau tidak Munas yang lima tahun sekali, ya Rapimnas. Di luar itu nggak bisa. Karena partai ini sudah punya sistem. Tapi, siapapun kader, berhak untuk menyampaikan apapun," tandas anggota Komisi I DPR ini.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini