Share

PKS & SBY, Ibarat Suami-Istri Tak Harmonis yang Enggan Bercerai

Fiddy Anggriawan , Okezone · Sabtu 20 Juli 2013 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 20 339 839873 e5te64dZHk.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Nasib Partai Keadilan Sejahtera hingga kini masih menggantung di dalam koalisi sekretariat gabungan (Setgab). Sebab, belum ada keputusan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum juga untuk mendepak atau mempertahankan PKS dari kolisi.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Islam (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto, mengatakan posisi PKS dan SBY seperti hubungan yang sangat semu atau hanya formalitas semata.

"Mereka hanya mempertahankan eksisensi masing-masing, tidak lebih guna mempertahankan posisi kedua pihak di 2014. Jadi, bukan dalam konteks koalisi sesungguhnya, yaitu menjaga efisiensi jalannya sebuah pemerintahan," ungkap Gun Gun saat dihubungi Okezone, Sabtu (20/7/2013).

Gun Gun menegaskan, alasan SBY tidak mendepak PKS dari koalisi karena Ketua Umum Partai Demokrat ini yakin kalau PKS keluar, maka Golkar akan lebih kuat dan dominan di koalisi setgab.

Sementara itu, PKS sangat paham dengan peta pemikiran SBY dan sengaja membiarkan kondisi ini terus berjalan. "Dia menunggu momentum dikeluarkan agar bisa dikapitalisasi untuk mencari dukungan masyarakat, karena dianggap sudah dizalimi pemerintah," sambung Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute itu.

"Posisi ini seperti suami-isteri yang sudah tak harmonis, namum mereka tidak bercerai karena mempertahankan kepentingan praktis. Misalnya, soal pencitraan dan menjaga posisi politik mereka agar tetap aman. Jangan berharap akan terjadinya koalisi sungguhan antara PKS dan SBY. Ini hanya koalisi bohongan sampai 2014," lanjutnya.

Dia menambahkan, PKS tidak takut didepak dari koalisi. Bahkan, tiga menterinya siap jika SBY mengambil langkah untuk memecat ketiganya, yakni Mentri Pertanian Siswono, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie.

"PKS tak masalah kalau tiga menterinya dipecat, karena masa tugas mereka juga tinggal satu tahun. Namun, jika tidak dipecat PKS sadar masih memiliki keuntungan dari segi ekonomi, yaitu mencari modal pemilu lewat kementerian, tiga menteri ini cukup lumayan lah," pungkasnya.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini