Share

UGM Tuan Rumah The 10th Biennial Conference of AASP 2013

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Sabtu 20 Juli 2013 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 20 373 839887 QFlIfXxMY6.jpg Sumber: UGM

JAKARTA - Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dipercaya oleh asosiasi keilmuwan internasional, Asian Association of Social Psychology (AASP), menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional The 10th Biennial Conference of Asian Association of Social Psychology, 21-24 Agustus 2013. Acara tersebut rutin diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.

Panitia penyelenggara Prof. Dr. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc mengatakan sebelum acara inti dilakukan 4th AASP Summer School pada 17-21 Agustus 2013. “Acara ini merupakan wadah untuk memfasilitasi ilmuwan psikologi dan sosial untuk menginisiasi adanya riset kolaborasi,” ujarnya dari siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (20/7/2013).

Kwartarini menambahkan, dalam acara 4th AASP Summer School, materi yang akan disajikan dibagi ke dalam lima kelas utama dengan tema berbeda-beda. Kelas-kelas itu antara lain biculturism and intergroup relation, emotion psychology, experiencing group-based disadvantage, majority relation with minority communities dan how we improve intercultural communication in the healthcare settings.

Acara ini akan dihadiri peneliti-peneliti dari berbagai negara baik dari dalam ataupun luar negeri, setidaknya 38 peneliti dari 7 negara akan hadir dengan tema-tema yang diminatinya. “Diharapkan di akhir acara peneliti-peneliti ini dapat mengembangkannya sebagai tema riset mereka,” ucapnya.

Sementara itu untuk acara Biennial Conference of Asian Association of Social Psychology akan mengangkat tema ‘Enhancing Quality of Life Through Community Integrity and Cultural Diversity’. Melalui kegiatan tersebut diharapkan akan mempromosikan perspektif indijinus, sosial, dan budaya.

Beberapa pembicara kunci dan ahli di bidangnya yang akan hadir, yaitu James Liu dari New Zealand, Akira Tsuda dari Jepang, Yoshihita Kashima dari Australia, Kwang-Kuo Hwang dari Taiwan, Irwanto dari Indonesia, dan Sik Hung Ng dari China.

“Tercatat lebih dari 700 peserta dari 33 negara akan terlibat, mudah-mudahan kegiatan tersebut akan jadi wadah ilmuwan sosial untuk bertukar wawasan dan jejaring,” imbuh Kwartarini.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini