nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lawyer Terlibat Suap Bukan Hal Baru

Tegar Arief Fadly, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2013 13:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 07 26 339 842911 4w3baS1l45.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Ditangkapnya salah satu anak buah pengacara kondang Hotma Sitompul, Mario Carmelio Bernardio oleh Komisi Pemberantasan Korupsi menyiratkan pesan bahwa KPK telah mencium praktek suap menyuap yang dilakukan aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan dan advokat.  

 

Namun di sisi lain, pengungkapan kasus suap yang melibatkan aparat penegak hukum, termasuk para advokat bukanlah kejahatan baru. Sebab di Indonesia memang tidak sedikit para penegak hukum yang terlibat kasus suap atau korupsi.

 

"Aparat penegak hukum, polisi, jaksa, advokat yang sering bermain dalam proses penegakan hukum. Ini bukan barang baru. Mungkin ada laporan, lalu KPK menelusuri," kata Anggota Komisi III DPR, Trimedya Panjaitan saat dihubungi di Jakarta, Jumat (26/7/2013).

 

Menurut Trimedya, operasi tangkap tangan seperti ini perlu dilakukan sebagai sebuah shock therapy, atau paling tidak untuk meminimalisir upaya-upaya suap-menyuap dalam rangka mencari keadilan.

 

"Kalau fakta hukumnya dan aparatnya benar, tidak perlu ada suap menyuap seperti itu. Pengungkapan seperti ini sebagai shock therapy bagus," sambung politikus PDI Perjuangan ini.

 

KPK telah menangkap staf Pendidikan dan Pelatihan Mahkamah Agung, Djodi Supratman, dan anak buah pengacara kondang Hotma Sitompul, Mario Carmelio Bernardio, dalam sebuah operasi.

 

Mario ditangkap di kantor Hotma Sitompul di Jalan Martapura, Jakarta Pusat, pukul 13.20 WIB. Adapun Djodi ditangkap di bilangan Monas, Jakarta Pusat, ketika sedang menumpang ojek, pukul 12.15 WIB. KPK menyita uang sekira Rp80 juta dari operasi penangkapan tersebut.

 

Diduga uang itu diberikan kepada Djodi terkait penanganan sebuah perkara yang sedang ditangani di Mahkamah Agung. Namun, juru bicara KPK Johan Budi, mengaku tidak mengetahui lebih lanjut kasus apa yang sedang Mario tangani.

 

Djoko dan Mario sampai saat ini sedang menjalani pemeriksaan intens di KPK. Status mereka apakah ditetapkan menjadi tersangka atau tidak bakal diumumkan setelah menjalani pemeriksaan 1 X 24 jam.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini