Image

80 Mahasiswa IPB Lebaran di Tengah Hutan

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Senin, 29 Juli 2013 - 18:25 WIB
Logo IPB Logo IPB

JAKARTA - 80 orang mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) dari Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) akan melaksanakan ekspedisi ke Taman Nasional Manusela (TNM), Maluku Utara pada 22 Juli hingga 14 Agustus 2013.

Ekspedisi tersebut bernama Studi Konservasi Lingkungan (Surili). Jumlah peserta ekspedisi yang mencapai 80 orang menjadikan Surili sebagai ekspedisi terbesar yang dilakukan oleh mahasiswa. Sejak 2004, ekspedisi Surili secara rutin dilakukan oleh himakova setiap tahunnya dengan tujuan utama mengungkap kekayaan biodiversitas taman nasional di Indonesia.

Biasanya bulan ramadan tiba, sebagian besar masyarakat Indonesia tentu memilih momen ini untuk kumpul bersama keluarga tercinta. Apalagi ketika Idul Fitri tiba, banyak warga berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya masing-masing. Akan tetapi, 80 orang mahasiswa IPB dari Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) malah melaksanakan ekspedisi.

Tim ekspedisi kali ini dibagi ke dalam delapan tim sesuai dengan jumlah kelompok pemerhati (KP) yang ada di Himakova. Himakova memiliki delapan KP yaitu, mamalia, burung, herpetofauna, kupu-kupu, flora, goa, ekowisata, dan fotografi konservasi (FOKA). Dengan adanya KP tersebut, data mengenai keanekaragaman hayati di kawasan TNM akan lebih mudah tercover. Hal tersebut memang menjadi keahlian utama anggota Himakova.

Surili tahun ini bisa dikatakan istimewa, karena bertepatan dengan bulan Ramadan bahkan para peserta ekspedisi akan berlebaran di tengah hutan. Selain itu, lokasi ekspedisi yang bertempat di wilayah timur Indonesia memberikan nilai tersendiri. Wilayah timur Indonesia memiliki keanearagaman jenis satwa yng tinggi dan sangat unik. Tetapi, hal tersebut belum banyak dieksplorasi. Setelah TN Manupeu Tanadaru di 2009, ini kali kedua Himakova menginjakkan kaki ke timur Indonesia.

Taman Nasional Manusela yang berarti "kebebasan burung" memang memiliki beragam jenis burung di dalamnya. "Akan banyak burung-burung unik yang akan kita lihat di sana," ucap Ketua KPB Muchamad Fahmi Permana seperti dilansir dari laman IPB, Senin (29/7/2013).

"Di Manusela banyak terdapat jenis burung-burung paruh bengkok seperti kakaktua Maluku, nuri, dan masih banyak jenis-jenis lain,” tambahnya.

Selain itu, Pembina Himakova Abdul Haris Mustari mengatakan bahwa 80 mahasiswa tersebut merelakan lebaran dengan keluarganya demi ekspedisi.

"Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada peserta ekspedisi, karena sudah berani mengorbankan waktu bersama keluarga pada saat Idul Fitri untuk Surili ini dan mengibarkan bendera IPB serta Fakultas Kehutanan di timur Indonesia," ujarnya.

Kondisi lapar dan haus tidak mengurangi semangat peserta Surili melaksanakan tugasnya. Selain itu, para peserta sudah siap untuk tidak berlebaran bersama keluarga di rumah. Hal tersebut bukan menjadi halangan bagi para peserta, tetapi menjadikan motivasi tersendiri.

"Pengalaman yang didapat akan setimpal dengan pengorbanan yang diberikan," ungkap Peserta Surili Arizka Mufida.

Bumi Indonesia begitu kaya, tetapi belum banyak yang kita tahu. Himakova, secara konsisten menyingkap betapa kayanya alam Indonesia melalui berbagai ekspedisi. Masih banyak jengkal tanah yang belum jejaki, masih banyak kekayaan alam Indonesia yang belum kita tahu, dan masih banyak lagi hal-hal unik di nusantara. Surili ini, bakti Himakova untuk negeri kita tercinta.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming