Nazar Ungkap Proyek "Bancakan" DPR Senilai Rp6 Triliun

Mustholih, Okezone · Jum'at 02 Agustus 2013 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 02 339 846471

JAKARTA - Terpidana suap Wisma Atlet Sea Games, Muhammad Nazaruddin, menyatakan praktek bagi-bagi duit ke politikus senayan seperti Bendahara Umum Partai Golkar, Setya Novanto dan Bendahara Umum PDI Perjuangan, Olly Dondokambei, berasal dari proyek-proyek Pemerintah yang nilainya mencapai Rp6 triliun.

"Yang pasti proyeknya saja hampir Rp6 triliun. Tentu bagi-baginya juga ratusan miliar," kata Nazar usai diperiksa di KPK, Jakarta, Jumat (2/8/2013).

Nazar mengaku mengetahui nilai uang tersebut karena turut mengambilnya bersama mereka. "Saya ikut menerima. Seperti yang diterima Setya Novanto tentu saya terima, saya kan lihat juga," ungkap Nazar.

Proyek yang bernilai triliunan rupiah itu berasal dari sebelas proyek Pemerintah, meliputi proyek KTP elektronik, proyek Merpati MA 60, proyek penunjukan langsung pembangunan gedung Mahkamah konstitusi senilai Rp300 miliar, proyek pendidikan dan pelatihan MK senilai Rp200 miliar, dan proyek pembangunan Gedung Pajak.

Menurut Nazar, aktor di balik korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik adalah anggota DPR dari Partai Golongan Karya sekaligus Bendahara Umum Golkar, Setya Novanto, sejumlah mantan Ketua Komisi II, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. "Saya juga ikut di situ. Semua sudah diserahkan laporannya kepada KPK," ujar Nazar, Rabu lalu.

Adapun proyek Gedung Pajak, Nazar menuding pimpinan Badan Anggaran DPR sekaligus Bendahara Umum PDI Perjuangan, Olly Dondokambey, sebagai pihak yang turut kecipratan duit miliaran rupiah. "Ada beberapa teman-teman DPR yang lain. Yang menang PT Adhi Karya," ujar Nazar.

Proyek besar dengan uang bernilai jutaan Dollar justru mengalir ke DPR di proyek Merpati. Menurut Nazar, semua fraksi di DPR menikmati aliran dana dari proyek tersebut. "Jutaan Dollar dibagi ke semua fraksi, terutama fraksi Demokrat. Yang bagikan waktu itu untuk Ketua Fraksinya. Di Golkar ke (Setya) Novanto, PDIP ke Olly," ungkap Nazar.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini