Share

Dilarang, Bendera GAM Masih Berkibar di Aceh

Salman Mardira, Okezone · Kamis 15 Agustus 2013 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 15 340 850017 uz79AYTJpp.jpg Ilustrasi

BANDA ACEH - Meski dilarang, pengibaran Bendera Bulan Bintang tetap mewarnai sewindu perdamaian RI-Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diperingati hari ini.

Pengibaran bendera mirip simbol GAM itu terlihat di Gampong Meunasah Krueng dan Krueng Seunong, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Follow Berita Okezone di Google News

Puluhan lembar bendera bulan bintang yang diklaim sebagai bendera Provinsi Aceh itu, berkibar di antara bendera merah putih yang terpasang di depan rumah-rumah warga di dua desa tersebut.

"Bendera (bulan bintang) berkibar sejak Selasa, 13 Agustus malam hingga sekarang, belum ada penurunan," kata seorang warga setempat saat dihubungi Okezone, Kamis (15/8/2013).

Peringatan delapan tahun penandatanganan MoU damai antara RI-GAM dilakukan di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005 akan dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, sore ini.

Menjelang peringatan itu, TNI dan Polri gencar menurunkan bendera bulan bintang yang berkibar di berbagai daerah, terutama sepanjang Jalan Nasional Banda Aceh-Medan mulai dari Banda Aceh hingga Aceh Tamiang.

Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda Aceh, Kolonel Arh Subagio Irianto, enggan berkomentar terkait masih adanya pengibaran bendera GAM itu. "Saya tidak mau bicara soal itu," katanya saat ditanya wartawan.

Menurutnya, Kodam Iskandar Muda tak lagi mengimbau pelarangan bendera GAM, karena imbauan itu sudah disampaikan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, beberapa waktu lalu. "Cukup imbauan gubernur," sebut Subagio.

Kodam tak melakukan pengaman khusus untuk peringatan sewindu perdamaian dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-68 pada 17 Agustus nanti. "Tidak ada pengamanan khusus," ujarnya.

Berdasrkan laporan intelijen di lapangan, lanjut Subagyo, hingga hari ini kondisi Aceh masih sangat kondusif. "Kondisinya masih sangat aman, sangat kondusif," paparnya.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyatakan tak ada pengibaran bendera bulan bintang pada peringatan delapan tahun perdamaian. Dia ikut mengimbau warga untuk tak mengibarkan bendera itu untuk sementara.

Pihaknya juga membatalkan peluncuran bendera bulan bintang sebagai bendera daerah dalam momen sewindu MoU Helsinki, dengan alasan untuk menghormati masa jeda (coolling down) antara Aceh-Jakarta.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini