nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rachmat Yasin Terganggu dengan Kasus Korupsi Makam

Rizka Diputra, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2013 17:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 08 21 339 853285 7lc3Osjpuq.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Langkah Rachmat Yasin untuk memenangkan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bogor yang digelar September mendatang, diperkirakan akan terganggu kasus pengadaan lahan makam mewah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pagi tadi, Rachmat Yasin menjadi saksi dalam kasus suap tanah makam dengan terdakwa Ketua DPRD Bogor Yus Djuher M, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat. Sementara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pengembangan dalam kasus tersebut.

"Yang mempunyai otoritas untuk mengeluarkan perizinan-perizinan itu pada akhirnya Bupati, sehingga sidang diperkirakan akan mampu mengungkap sejauh mana keterlibatan pihak lain," kata praktisi hukum dari Mustang Law Firm, Sarmanto Tambunan, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Dia meyakini, KPK akan terus melakukan pengusutan kasus  pengadaan lahan makam mewah di Kabupaten Bogor.

 

"KPK mungkin hanya membutuhkan bukti tambahan atau penguat saja lewat persidangan para tersangka awal untuk menjerat yang kakap. KPK kan sering kali begitu," jelasnya.

Dia memberikan contoh saat KPK menetapkan tersangka kepada pejabat tinggi negara dengan tidak terburu-buru. "Ingat kasus Miranda, Anas, atau penetapan tersangka pada Menteri Andi Malarangeng, yang kakap biasanya belakangan," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Rachmat Yasin sebagai saksi dalam sidang dengan para terdakwa Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher, Usep Jumeno (staf Disdik Bogor), Listo Welly Sabu (pegawai Pemkab Bogor). Ketiganya diduga menerima suap dari Nana Supriyatna (Direktur Operasional PT Garindo Perkasa) serta Sentot Susilo (Dirut PT Garindo Perkasa).

Beberapa waktu lalu, KPK juga telah menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan pemberian hadiah atau janji berkaitan dengan permintaan izin lokasi tanah pembangunan tempat pemakaman bukan umum.

Mereka adalah Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iyus Djuher, pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor Usep Jumeno, pegawai honorer Pemerintah Kabupaten Bogor Listo Welly Sabu, pihak swasta Nana Supriatna dan Direktur Utama PT Garindo Perkasa Sentot Susilo.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini