nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bawaslu Harus Optimal Tindaklanjuti Laporan DCT

Catur Nugroho Saputra, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2013 10:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 08 23 339 854288 RxpmHfxQdu.jpg Ilustrasi (Foto: okezone)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan sebanyak Daftar Calon Tetap (DCT) 6.608 calon anggota legislatif (caleg) dari 12 partai peserta Pemilu untuk memperebutkan 560 kursi DPR.

Walaupun sudah menjadi DCT, para caleg ini masih bisa dicoret oleh KPU berdasarkan rekomendasi Bawaslu atau perintah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Menurut Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, Bawaslu harus bekerja optimal untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait DCT tersebut.

"Optimalisasi Bawaslu diperlukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat, sehingga tercipta Pemilu yang sesuai dengan demokrasi," kata Ray, saat dihubungi, Jumat (23/8/2013).

Tak hanya itu, Ray juga menyarankan kepada KPU juga harus membuat Peraturan KPU (PKPU) di mana jika nanti caleg tersebut di coret sedangkan kertas suara sudah dibuat perolahan suaranya dilarikan ke partai.

"Masalah pencoretan ini sama saja dengan caleg yang meninggal dunia di tengah jalan dalam proses pencalegan," ujarnya.

Untuk diketahui, dari 6.608 orang caleg, hanya Partai Demokrat, PDIP, PAN, dan Golkar yang jumlah DCT nya 100 persen dengan jumlah kursi atau 560 orang.

Kemudian disusul oleh Partai Nasdem dengan 559 orang, PKB dan Hanura dengan 558 orang, Partai Gerindra dengan 557 orang, PBB dengan 556 orang, PPP dengan 548 orang dan PKPI sebanyak 540 orang.

Sedangkan PKS menjadi partai yang paling sedikit calegnya dengan 492 orang.

(crl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini