nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Caleg Golput Muncul sebagai Simbol Perlawanan Rakyat

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 26 Agustus 2013 14:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 08 26 339 855578 t7RQTHkzDY.jpg poster caleg golput (Foto: Ist)

JAKARTA - Penyelenggaraan Pemilihan Legislatif (Pileg) sudah semakin dekat. Berbagai poster dan spanduk bergambar para calon anggota legislatif (caleg) mulai menghiasi ibu kota. Pemandangan menarik ditemui di Jalan Kemanggisan, Jakarta Barat.

Poster bertuliskan 'Caleg Golput' dengan nomor urut satu itu tertera nama Indra Budiman. Poster tersebut juga terpasang di beberapa lokasi di Jakarta. Diantaranya Kebon Jeruk, Meruya, Kuningan, Cikini, Kalimalang dan sekitarnya.

Indra Budiman yang lebih aktif bergelut di dunia sosial media ini saat dikonfirmasi mengaku dirinya melakukan itu sebagai simbol kemarahan warga terhadap parpol atau caleg yang dinilai tidak lagi peduli terhadap warga.

"Sudah saatnya individu-individu menyuarakan aspirasinya, kesombongan dan keserakahan partai harus dilawan dengan menolak partai sebagai penguasa yakni dengan golput atau gerakan anti partai," ujar Indra dalam keterangannya, Senin (26/8/2013).

Dengan adanya perlawanan dari masyarakat yang sadar, kata dia, maka pola marketing partai akan berubah menjadi sebuah kesadaran.

"Kita berharap partai tidak lagi korupsi, tidak lagi bohongin rakyat, kebiasaan membuat janji palsu terhadap rakyat tidak terjadi lagi," imbuh Indra.

Dia menambahkan, guna melawan kesombongan dan keserahkan partai, langkah perlawanan yang tepat yakni dengan membangun kesadaran individu secara pribadi untuk sadar bahwa parpol sudah tidak bisa diharapkan lagi.

"Parpol saat ini adalah musuh rakyat yang harus dijauhi dan dihindari agar masyarakat lebih mandiri dan cerdas dalam bersikap," tandasnya.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan sebanyak 1.272 calon legislatif (caleg) dalam Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Mereka nantinya bakal bertarung memperebutkan 106 kursi di DPRD DKI Jakarta.

Sedangkan caleg yang masuk dalam DCT berasal dari latar belakang pekerjaan dan pendidikan beragam, diantaranya publik figur, mantan PNS DKI, maupun legislator incumbent.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini