Share

UI Bahas Nasib Pendidikan Bahasa Inggris di Tanah Air

Rachmad Faisal Harahap, Okezone · Selasa 27 Agustus 2013 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 27 373 856292 tPSqEUnxaZ.jpg Ilustrasi: ist.

JAKARTA - Apa jadinya jika ratusan pendidik Tanah Air berkumpul dan membicarakan pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia? Tentunya suasana semarak dan penuh dengan atmosfer akademik.

Inilah yang terjadi dalam 60th TEFLIN International Conference. Kegiatan yang dihelat oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) dengan Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) ini mengusung tema "Achieving International Standards in Teachers Education". Hingga 29 Agustus, para pendidik ini berkumpul dan berbagi ide tentang pendidikan bahasa Inggris di Indonesia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menurut Kepala Kantor Komunikasi UI Dra. Farida Haryoko, M.Psi, tema tersebut diusung dengan melihat latar belakang minimnya kualitas siswa dan mahasiswa Indonesia dalam berbahasa Inggris, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lain di dunia. Kondisi ini membuat para guru sering kali dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab.

"Menanggapi hal tersebut, konferensi ini berfokus pada sejumlah topik penting di bidang pendidikan dan pelatihan guru serta pengembangan profesi guru. Selain itu, topik lain yang dibahas adalah asesmen, kurikulum, metode dan teknik pengajaran, penggunaan teknologi dalam kelas bahasa, dan isu-isu lain yang muncul dalam berbagai kelas keterampilan bahasa," kata Farida seperti siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (27/8/2013).

Dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia (RI) H.R. Agung Laksono, konferensi internasional ini menghadirkan para 316 pembicara sesi presentasi yang handal di bidangnya. Mereka adalah pengajar bahasa Inggris di Indonesia, maupun negara lain seperti Amerika, Australia, Jepang, Korea, Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, dan lain-lain. Selain itu, ada juga 25 sesi lokakarya.

Sejumlah akademisi dan profesional terkemuka di bidang pengajaran bahasa turut hadir sebagai pembicara utama dalam seminar, yaitu Dr. Grace Wiradisastra (UI), Prof. Dr. Jerry Gebhard (Indiana University of Pennsylvania, USA), Prof. Dr. John H.A.L. de Jong (VU University, Amsterdam), Professor Dr. Jayakaran Mukundandan (Universiti Putra Malaysia), Dr. Willy A. Renandya (Nanyang Technological University,

Singapore), Dr. Ikhsanudin (Universitas Tanjung Pura), Steven Gershon (J. F. Oberlin University, Tokyo), Sadie Maddocks (South East Asia Product Manager, Oxford University Press) dan Prof. Dr. Paulina Pannen (Universitas Siswa Bangsa Internasional).

Farida berharap, melalui sesi diskusi, presentasi, dan terbinanya jaringan di antara peserta, pertemuan ini dapat berkontribusi meningkatkan kualitas para pengajar dan pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya di Indonesia.

"Lebih lanjut, konferensi ini juga diharapkan dapat membantu para pengajar, institusi pendidikan, serta para pemangku kepentingan untuk mengenali isu dan hasil riset terkini dalam pengajaran bahasa Inggris di Indonesia dan dunia, serta mendorong institusi pendidikan dan pemerintah untuk berinvestasi pada quality assurance dalam pengajaran bahasa Inggris," imbuh Farida.

Sekadar informasi, TEFLIN merupakan Asosiasi Pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia yang telah berdiri sejak 1970.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini