nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rabies Serang Anjing Peking di Bali

Rohmat, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2013 23:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 08 29 340 857853 1Qz6PZy6vB.jpg Ilustrasi anjing

DENPASAR- Seekor anjing jenis peking di Kabupaten Gianyar, Bali, ditemukan tewas setelah menggigit tuannya. Belakangan anjing tersebut diketahui positif terkena rabies. Peristiwa ini termasuk kejadian langka, selain anjing lokal yang terserang rabies.

"Kami terima laporan, setelah anjing itu menggigit pemiliknya kemudian mati, dari sample BB-vet memang dipastikan positif rabies," kata Kepala Dinas Peternakan Gianyar, Made Raka, dalam keterangan resminya, Kamis (29/8/2013).

Temuan anjing rabies ini berawal dari laporan Wayan Darmaja (43) warga di Banjar Dlod Tangluk, Gianyar, yang mengaku digigit anjing piaraannya.

Diketahui, anjing itu dibeli dari pedagang anjing jalanan yang berjualan di sekitar Pasar Sukawati, Gianyar pada Minggu, 11 Agustus 2013. Umur anjing jantan berwarna hitam biru itu sekira 8 bulan lalu dipelihara Darmaja.

Pada 12 Agustus, anjing menggigit tangan kiri Darmaja, kemudian menunjukkan gejala klinis rabies seperti mengigit benda di sekitarnya.

"Anjing itu juga ketakutan terhadap cahaya dan ada gejala klinis lainnya," imbuh Petugas Penanggulangan Rabies Dinas Peternakan, Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presata.

Setelah anjing mendapatkan vaksin anti-Rabies di Puskesmas, tak lama kemudian ditemukan mati di kandang. “Kami sempat uji sample otaknya ke BB-vet,” ujarnya.

Berdasar temuan itu, petugas Disnak Gianyar berupaya mencari identitas pemilik termasuk melacak riwayat anjing saat-saat terakhir sebelum ditemukan tewas.

Petugas menemukan keanehan pada anjing itu yang dijual murah oleh pedagang seharga Rp50 ribu, padahal harga di pasaran mencapai Rp2,5 juta. "Saya khawair, ada kesengajaan membuang anjing yang sudah menunjukkan gejala rabies," imbuh dia.

Pascakejadian itu, Disnak Gianyar melaksanakan vaksinasi massal dan eliminasi anjing liar yang ada di wilayah itu. Informasinya, ada 14 anjing liar telah dieliminasi, sedang vaksinasi dilakukan terhadap 16 anjing lainnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini