Share

Ini Alasan Perlunya Perguruan Tinggi Lingkungan Hidup

Arpan Rachman, Okezone · Sabtu 31 Agustus 2013 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 31 373 858714 1BliMIq6mu.jpg Penanaman Mangrove. (Ilustrasi Dok Okezone.com)

MAKASSAR – Hingga kini belum ada catatan akurat tentang rasio antara pertumbuhan hutan dan reboisasi (pertumbuhan hutan kembali) dengan pertumbuhan ekonomi, berupa konsesi lahan industri seperti perkebunan dan pertambangan di Indonesia.  

Alasan itulah yang melatarbelakangi Kementerian Lingkungan Hidup menggagas berdirinya Perguruan Tinggi Lingkungan Hidup (PTLH) di Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Langkah itu patut diacungi jempol.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Setidaknya, boleh diharapkan dari Kampus PTLH itu nanti akan terbit sebuah catatan terpercaya mengenai salah satu sektor ketimpangan di negara ini.

 

"Sebagian besar masyarakat Indonesia menggantungkan hidup pada sumber daya alam (SDA). Bagaimana Indonesia dengan 250 juta jiwa penduduknya bisa menjaga SDA bukan hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi lingkungan hidupnya juga bisa tetap terjaga. Itu yang perlu diperhatikan," kata Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya di Makassar, Sabtu (31/8/2013).

 

Balthasar mengakui, standar pelayanan minimal di daerah masih lemah. Karena itu, menurut dia, aparat pemerintah perlu dididik agar mengerti dengan persoalan lingkungan. "Air bersih, tanah subur, dan udara sehat adalah bagian dari pelayanan publik juga," ungkap Balthasar.

 

Dibeberkannya, Sulsel menjadi pilot project bagi pendidikan lingkungan karena visi pemerintahannya dinilai prolingkungan. "Tapi PTLH ini bukan hanya untuk kawasan timur Indonesia melainkan untuk semua anak bangsa ini," tegas Balthasar.

 

Inisiasi bersama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah provinsi Sulsel memang baru terbit dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman antarkedua pihak di Makassar.

 

PTLH pertama di Indonesia ini didesain berupa kampus dengan rancang bangun di atas lahan sekira 10 ribu m2 dilengkapi fasilitas belajar-mengajar dan rekreasi-ibadah.

 

"Kita perlu tindakan spektakuler demi menjaga keberlangsungan generasi di wilayah yang hijau, lestari, dan indah bernama Indonesia ini," tuntas Balthasar.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini