Share

Unand Menjawab Tantangan Listrik Sumbar

Margaret Puspitarini, Okezone · Rabu 04 September 2013 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 04 372 860537 c8hIkeoYH1.jpg Pembangkit listrik tenaga hibrid buatan mahasiswa Unand. (Foto: dok. Unand)

JAKARTA - Menurut International Energy Outlook 2010-highlights, dalam 30 tahun mendatang setiap negara yang mengandalkan energi dari bahan bakar fosil saat ini akan menghadapi krisis karena cadangan bahan bakar fosil akan semakin sulit didapat. Maka, tuntutan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sebagai energi alternatif semakin mendesak.

Tidak tinggal diam, mahasiswa Universitas Andalas (Unand) Padang pun ambil bagian dengan menghadirkan solusi. Melalui program Pengabdian Masyarakat Tematik Jurusan Teknik Elektro (JTE), Fakultas Teknik (FT) Unand, mereka menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan energi angin dan matahari.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Rektor Unand Werry Darta Taifur berharap, semua pihak merespons karya pengabdian kepada masyarakat JTE, FT Unand. Sebab, inovasi tersebut dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Barat secara berkala.

"Seandainya karya ini dapat direspons dan dikembangkan, maka pengabdian ini menjadi kontribusi nyata Unand kepada masyarakat. Jika semua pihak bersinergi dalam mengatasi energi listrik alternatif, maka krisis listrik di Sumatera Barat dapat diatasi secara bertahap, kegiatan ekonomi tidak terganggu dan masyarakat tidak menderita secara berkepanjangan," ujar Werry, seperti disitat dari siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (4/9/2013).

Sebagai langkah awal dalam hal pemanfaatan EBT, tim JTE Unand telah memasang system hibrid angin-matahari di Pantai Pasir Jambak. Sistem kelistrikan dari alat tersebut sudah berjalan dengan baik dan sanggup menghasilkan daya listrik sekira 1 kVA yang bisa dimanfaatkan oleh penduduk setempat.

Dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Sistem Hibrid Angin-Matahari tersebut, Unand siap bekerja sama dengan pihak industri maupun pemerintah setempat. Sehingga, ke depan, sistem tersebut dapat berkembang dengan kapasitas yang lebih besar sesuai kebutuhan dan potensi energi angin-matahari di wilayah Sumatera Barat.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini