Survei Capres Baru Sebatas Mengukur Popularitas & Elektabilitas

Rizka Diputra, Okezone · Selasa 10 September 2013 01:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 09 339 863322 by6OQYsW2M.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Perhelatan Pemilu 2014 sudah semakin dekat. Sejumlah nama calon presiden (capres) satu persatu bermunculan ke publik dengan mengedepankan citra positif masing-masing untuk memikat masyarakat.

Berbagai survei juga telah dilakukan dan kerap memunculkan suatu nama yang kuat, namun juga secara tiba-tiba memunculkan nama lainnya.

Sayangnya, hingga kini belum ada survei yang memunculkan kriteria yang lebih substansial, yakni kriteria kepemimpinan yang mengarah pada kemampuan dalam memecahkan persoalan bangsa. Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan.

Menurutnya, kendati survei-survei tersebut dilakukan dalam jangka waktu tidak terlalu berbeda dan dengan metode serta responden yang sama, namun survei belum menunjukkan substansi yang seharusnya.

"Survei-survei tersebut cenderung hanya mengukur popularitas dan elektabilitas. Sebetulnya, yang lebih penting dari itu adalah bagaimana para kandidat yang namanya disurvei mampu menunjukan kemampuan dan menawarkan ide-ide konkret dalam memecahkan berbagai persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini, khususnya mengenai persoalan ekonomi,” kata Bara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/9/2014).

 

Sejatinya kata Bara, para kandidat capres dapat menjadikan momentum Pemilu yang saat ini berbarengan dengan situasi ekonomi yang tidak menentu untuk menunjukkan ide konkret sebagai ukuran utama publik dalam menilai layak atau tidaknya seseorang menjadi presiden.

"Capres-capres yang ada saat ini harus menyampaikan pikiran dan gagasannya kepada publik. Gagasan yang konkret, yang tidak terlalu normatif, termasuk juga bagaimana implementasinya,” tuturnya.

Dia mengaku setuju dengan analogi dan anggapan bahwa survei merupakan panggung pertontonan. Namun, semestinya panggung itu dipenuhi dengan berbagai atraksi yang mencerdaskan.

 

“Sehingga publik dapat menilai siapa yang betul-betul mampu membawa bangsa ini lepas dari berbagai persoalan, membawa kita semakin sejahtera dan sejajar dengan bangsa lainnya, pada abad 21 yang sangat kompetitif ini,” tukasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini