Praktek Korupsi di DPR Sudah Meluas

Mustholih, Okezone · Selasa 10 September 2013 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 10 339 863670 MuMbj7a7wO.jpg

JAKARTA - Tindak pidana korupsi memang sangat rawan terjadi di Gedung Parlemen

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Pramono Anung, menyatakan praktek korupsi yang semula terpusat pada pembahasan anggaran, kini sudah meluas hingga ke proses pembahasan undang-undang dan pengawasan.

 

"Dari apa yang menjadi temuan KPK, maka kemungkinan peristiwa korupsi itu yang sebelumnya hanya kita duga di Banggar termasuk saat ini di dalam proses legislasi yang dilakukan," kata Pramono Anung di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013).

 

DPR sendiri punya tiga tugas pokok; pengawasan, penganggaran, dan perundang-undangan. Pramono mengklaim DPR sedang melakukan pembenahan agar peristiwa korupsi bisa dikurangi di tiga tugas pokok tersebut.

 

"Karena peristiwa korupsi ini menjadi musuh kita bersama. Tadi ada beberapa hal yang menjadi saran dalam proses legislasi, proses penganggaran ataupun pengawasan ini ada kemungkinan bisa terjadi peristiwa korupsi," ujar Pram.

 

Namun, kata Pram, proses pembahasan dan pengesahan undang-undang di DPR menjadi perhatian lebih bagi KPK. "Kita membuka diri kepada KPK untuk juga melakukan semacam pendalaman lebih lanjut dalam peristiwa-peristiwa seperti ini. Supaya ini tidak terjadi di lembaga kami," ungkap Pram.

 

Menurut Pram, tindak pidana korupsi di proses legislasi memang bisa terjadi di semua tahapan. "Proses itu bisa terjadi dalam semua tahapan, apakah dalam tahapan pengusulan Prolegnas atau dalam tahap ketika pembahasan atau persetujuan," terang Pram.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini