Share

IPB Ulas Potensi Kopi di Indonesia

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 14 September 2013 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 13 373 865615 6WFMHsu0X8.jpg Kopi yang bermutu baik rasanya asam dan bisa berharga hingga Rp1 juta per kilogram. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia merupakan penghasil kopi potensial di mata dunia. Sayangnya, kopi asal Indonesia hanya dapat dirasakan oleh negara-negara pengimpor kopi asli asal Indonesia.

Demikian disampaikan Pengusaha Kopi Ign Mahendra Kusuma dalam Talkshow “Cup of Java” sebagai rangkaian Institut Pertanian Bogor (IPB) Agrifuture Expo, beberapa waktu lalu. Pada acara yang digelar dalam rangka dies natalis IPB ke-50 itu, Mahendra menyebut, rasa kopi berkualitas baik adalah asam bukan pahit.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

 

“Rasa kopi yang kualitasnya baik itu rasanya asam bukan pahit. Namun sebagian besar orang Indonesia menganggap kopi itu rasanya pahit. Padahal yang pahit tersebut justru kopi yang kualitasnya rendah, “ kata Mahendra, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Sabtu (14/9/2013).

Ketika pertanyaan yang sama ditanyakan kepada orang Inggris, pasti kita akan mendapatkan jawaban yang berbeda. Tidak tanggung-tanggung, harga kopi asli Arabika bisa mencapai Rp1 juta karena yang dijual adalah cita rasa.

“Coba kita tanya tentang rasa kopi ke orang Inggris, pasti mereka akan menjawab asam. Selain itu, kopi asli Arabika harganya bisa mencapai Rp1 juta per kilogram biji kopi kering karena yang dijual adalah cita rasanya," jelasnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Peneliti di Pusat Penelitian Kopi Indonesia Ahmad Soedarsan mengungkapkan harapannya kepada IPB terkait pengembangan kopi luwak di Indonesia. Dia berharap, ke depan IPB dapat mengembangkan inovasi kopi luwak tanpa menggunakan luwak sebagai sarana produksi.

Hal itu, lanjutnya, bisa dilakukan dengan membuat enzim seperti yang dimiliki luwak sebagaimana dilakukan di Vietnam. “Bisa juga kopi luwak diproduksi dengan memelihara luwak. Jadi, selain menanam kopi, petani kopi sambil memelihara luwak,“ tandas Ahmad.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini