Share

Tunggu 25 Tahun, ITS Akhirnya Jawara Umum di Pimnas XXVI

Margaret Puspitarini, Okezone · Sabtu 21 September 2013 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 20 373 869432 uVnbMGCaMf.jpg Logo ITS

JAKARTA - Menyabet gelar juara umum dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXVI merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Bagaimana tidak, mereka harus menanti selama seperempat abad untuk bisa menyandang gelar tersebut.

Melengkapi kegembiraan tersebut, pada Kamis 17 September 2013, birokrasi ITS bersama seluruh pejuang Pimnas menyajikan acara syukuran. Acara tersebut menjadi sebuah tanda rasa syukur civitas academica ITS kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkatnya dalam kompetisi tahunan yang digelar di Lombok itu.

Kepala Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni ITS Bambang Sampurno mengungkap, perolehan delapan medali emas sekaligus membawa pulang piala bergilir Adikarta Kertawidyadi sungguh di luar dugaan. Sebab, persiapan yang dilakukan para peserta terbilang sangat mendadak.

"Puji syukur selalu kita panjatkan kepada Allah. Meski dengan kesempatan yang sempit dan dana yang terbatas, ITS akhirnya bisa menjadi juara umum," ujar Bambang, seperti dikutip dari ITS Online, Sabtu (21/9/2013).

Pendapat senada juga disampaikan oleh Rektor ITS Tri Yogi Yuwono. Dia menyebut, hasil ini merupakan buah dari kerja keras yang dilakukan oleh seluruh elemen di ITS. Tidak terkecuali Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS yang telah banyak membantu dalam pembuatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). "BEM sangat membantu dalam hal ini, mulai dari pengumpulan proposal hingga persiapan Pimnas," urai Tri Yogi.

Menurut Tri Yogi, meski sukses, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi oleh kontingen ITS pasca Pimnas 26, terutama dalam hal kualitas. "Andai semua dosen mau turun tangan, pasti ITS bisa menampilkan topik-topik yang berkualitas dalam PKM tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang peserta Pimnas 26 Sony Junianto mengaku sangat senang bisa menyumbangkan medali pada gelaran pimnas kali ini. "Ini adalah kali pertama ITS juara umum, dan kami sangat bangga bisa berada di dalamnya," tutur Sony.

Sebelum berangkat, Menteri Riset dan Teknologi (Riset) BEM ITS itu sempat khawatir dengan kondisi para peserta Pimnas tahun ini. Sebab, timbul beberapa permasalahan akibat persiapan mendadak.

"Pengumuman peserta Pimnas saja H-7. Itu sangat mendadak. Semangat juang para pejuang Pimnas kali ini juga tidak sebesar saat gelaran Pimnas setahun sebelumnya," ungkap Sony.

Namun, berkat kerja keras setiap tim, mereka justru bisa keluar menjadi tim terbaik.  "Selain itu, semua ini juga berkat bantuan dari himpunan mahasiswa jurusan (HMJ). HMJ lah yang berperan banyak dibalik kesuksesan ITS tahun ini," urainya.

Meski demikian, menurut Sony, ada beberapa hal yang perlu dibenahi jika ITS ingin mempertahankan piala bergilir Pimnas. Terutama tentang koordinasi lini riset dan teknologi (Ristek) setiap HMJ. Selain itu peran dosen juga harus lebih dioptimalkan kembali.

"Saya harap Pimnas bisa menjadi batu loncatan bagi ITS untuk bisa menjadi research university. Selain itu, hasil dari PKM benar-benar ada kebermanfaatan bagi Indonesia. Bukan hanya sekedar lomba," pungkas mahasiswa Jurusan Teknik Kelautan itu.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini