Banjir Bandang Filipina Tewaskan 30 Jiwa

Andreas Gerry Tuwo, Okezone · Kamis 26 September 2013 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 26 411 872515 yQjxOLMrQp.jpg Foto: AFP

MANILA – Intensitas hujan tinggi yang terjadi di Ibu Kota Filipina, Manila menyebabkan banjir bandang dan setidaknya membunuh 30 orang. Selain banjir bandang, tanah longsor turut mempengaruhi sekira 36.000 warga.

 

Biro cuaca lokal mengeluarkan peringatan bahwa hujan masih akan terjadi. Tetapi hujan yang terjadi ke depan hanya berintensintas rendah.

Beberapa daerah yang telah ditinggalkan oleh banjir malah menghadapi masalah baru dengan sisa banjir yang mengotori daerah tersebut. Propinsi Zambeles yang terletak di 138 Kilometer (Km) dari Manila, tidak dapat diakses karena jalannya tertutup lumpur dan puing banjir bandang.

Banjir yang terjadi kali ini disebabkan karena serangan Topan Pabuk. Topan Pabuk yang melanda Filipina, sempat membuat kegiatan di Filipina terhenti.

“Ketika kami Bangun, air sudah hampir menyentuh tempat tidur saya. Selang satu jam, setengah dari rumah sudah terendam banjir. Itu membuat saya harus merusak langit-langit untuk berlindung di atap rumah,” ujar salah seorang korban, Alex Bangoh, seperti dikutip Al-Jazeera, Kamis (26/9/2013).

 

Akibat bencana ini dilaporkan dua orang tewas karena tenggelam. Sementara belasan lainnya  harus meregang nyawa karena terjebak longsor.

 

Guna mencegah jatuhnya banyak korban, Pemerintah Filipina langsung melakukan evakuasi dan mendistribusikan bantuan. Mereka juga menetapkan beberapa daerah sebagai wilayah bahaya tanah longsor dan memerintahkan penduduk daerah tersebut untuk segera pindah.

Musim hujan yang terjadi terjadi di Filipina tahun ini memang lebih ganas dari sebelumnya. Walaupun pada tahun ini jumlah korban jiwa bisa diminimalisir oleh pemerintah. Tahun lalu banjir yang meyerang Filipina membunuh 50 jiwa dan memaksa 270.000 orang mengungsi.

(faj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini