Jerman "Terima" Foke Jadi Dubes

Andreas Gerry Tuwo, Okezone · Jum'at 04 Oktober 2013 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 04 339 876391 dXDwYVhHUI.jpg Foto: Andreas Gerry/Okezone

JAKARTA - Kedutaan Besar Jerman nampaknya bakal mendukung penunjukan Fauzi Bowo (Foke) menjadi Duta Besar di negeri Angla Merkel itu. Tanda-tanda itu nampak saat saat perayaan Unifikasi Jerman yang berlangsung di Jakarta, kemarin malam.

 

Pada acara yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, itu, Foke hadir bersama mantan Presiden BJ Habibie. Foke diundang ke atas panggung ketika acara pemotongan kue ulang tahun Unifikasi Jerman.

 

"Ini belum resmi, tetapi Bapak Fauzi akan jadi Duta Besar Indonesia untuk Jerman," kata Duta Besar Jerman Georg Witschel sambil memperkenalkan Foke kepada para wartawan, Kamis (3/10/2013).

 

Keberadaan Foke sebagai calon Dubes Jerman, ditolak oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman. PPI meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Ketua DPR Marzuki Alie, dan Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, untuk mempertimbangkan pengangkatan Fauzi Bowo sebagai Duta Besar Jerman. Menurut Ketua PPI Jerman Hartono Sugih, Foke sebagai tokoh nasional telah melakukan kampanye hitam saat Pilgub DKI 2012 dengan menggunakan isu SARA.

 

Tak hanya itu, kata Hartono, Foke yang pernah mengeyam pendidikan di jerman itu juga dinilai gagal mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI periode 2007-2012 dan gagal memberikan perlindungan serta rasa aman bagi warganya sendiri. Kemudian, program Jakarta-Berlin Sister City yang digagas Fauzi Bowo pada saat menjadi gubernur seharusnya memiliki kesempatan besar untuk menggunakan pengetahuannya mengenai Jerman untuk dapat memaksimalkan hubungan tersebut dan berkontribusi dalam peningkatan pembangunan di Jakarta. Namun selama program ini berlangsung, kami tidak melihat hasil signifikan yang dapat dimanfaatkan dari hubungan tersebut untuk kemajuan pembangunan ibu kota.

 

Dia juga meminta kepada pemegang keputusan untuk memperhartikan jabatan duta besar sebagai perwakilan resmi negara Indonesia memainkan peranan yang penting dan strategis untuk meningkatkan hubungan kerjasama dengan negara sahabat.

 

Tugas yang penting dan strategis ini, sambung dia, hendaknya diberikan kepada figur yang betul-betul kompeten dalam bidang diplomasi, serta memiliki dedikasi yang tinggi dalam melayani dan melindungi masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsuddin merasa miris atas sikap PPI Jerman yang menolak rencana penunjukan Foke sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jerman.

 

Kata Din, sebaiknya para pelajar di Jerman itu bisa menyikapinya dengan bijaksana dan menyerahkan hal tersebut kepada Presiden dan DPR. Pasalnya, bentuk penolakan yang dilakukan oleh WNI tersebut, menurut Din, sangat tidak bagus dilakukan.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini