nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Kronologis Penangkapan, Ajudan Akil Berbeda dengan KPK

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2013 01:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 10 09 339 878745 YJE7cTznpG.jpg Akil Mochtar (Foto: Dok Okezone)
JAKARTA - Ada kejadian menarik pada sidang yang digelar Majelis Kehormatan Konstitusi (MKK). Ajudan Akil Mochtar, Ipda Kasno, menjelaskan hal yang berbeda dengan Juru Bicara KPK, Johan Budi, seputar kronologis penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif itu.

"Pada hari Rabu 2 Oktober, rangkaian Pak Akil kembali dari kantor sekira pukul 20.15 WIB, perjalanan seperti biasa. Crown RI 9, dan Patwal di belakangnya," ujar Kasno saat menjawab pertanyaan majelis seputar kronologis penangkapan Akil, di lantai 11, Gedung MK, Selasa (8/10/2013).

Sekira 20.30 WIB, sambung Kasno, rombongan sampai kediaman Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. "Saya membukakan pintu mobil. Pak Akil turun dan masuk ke kediaman," kata Kasno.

"Saya ganti baju dan makan malam di dapur. Sekira pukul 21.00 WIB, ada tamu laki-laki dan perempuan, dibukakan pintu gerbang oleh petugas jaga. Kemudian dilaporkan ke belakang oleh petugas. Dipersilakan menunggu di teras," lanjutnya.

Diceritakan Kusno, saat Akil masuk ke rumah tiba-tiba petugas KPK datang dan langsung masuk menghampiri tamu tersebut. Setelah mengetahui ada tamu dan petugas KPK di teras rumahnya, Akil pun keluar.

"Setelah itu, Pak Akil baru keluar dari rumah. Untuk posisi saya pada saat itu memang tidak berdekatan dengan Pak Akil, karena saya di depan pos bersama rekan. Karena tidak boleh ada gerakan, dilarang  petugas KPK di Widya Chandra, setelah itu baru Pak Akil dibawa ke KPK," tuturnya.

Kusno menjelaskan kejadian tersebut berlangsung sangat cepat yakni kurang dari lima menit. "Kurang dari lima menit. Lalu, petugas KPK masuk ke rumah. Ambil tas bapak di ruangan ibu. Saya tidak melihat petugas membuka atau tidak. Tapi langsung dibawa ke mobil dan menyegel mobil bapak," terangnya.

Keterangan Kusno, jelas berbanding terbalik dengan Johan Budi yang mengatakan Akil ditangkap saat menerima uang dari CHN dan CN terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini