Share

Wabup Lebak Bungkam Soal Duit Rp1 M & Peran Ratu Atut

Mustholih, Okezone · Rabu 09 Oktober 2013 19:54 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 09 339 879349 So39riJ9HA.jpg Ratu Atut Chosiyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menolak buka mulut ihwal uang Rp1 miliar dari Tubagus Chairi, adik Gubernur Banten Ratu Atut Choisyah, kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.

Ia memilih pergi meninggalkan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi setelah diperiksa selama lebih dari sembilan jam. Amir keluar dari gedung KPK sekira pukul 19.30 WIB. Ia mulai menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB.

Saat di depan lobi KPK, Amir mengaku diperiksa sebagai saksi soal sengketa Pemilihan Kepala Daerah Lebak, Banten, di MK. "Saya diperiksa sebagai saksi," kata dia, di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (9/10/2013).

Amir Hamzah sendiri bertatus cegah per 7 Oktober 2013. Bersama Kasmin Bin Saleh, anggota DPRD Provinsi Banten yang maju sebagai wakilnya di Pilkada Lebak 2013, ia dilarang mengadakan perjalanan keluar negeri karena memang akan diperiksa KPK.

Amir Hamzah dan Kasmin Bin Saleh dianggap mengetahui, melihat, mendengar, mengalami, atau ahli dalam dugaan suap dari Tubagus Chairi Wardhana, adik Gubernur Banten, Ratu Atut Choisyah, kepada Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Tubagus memberi uang Rp1 miliar kepada Akil lewat Susi Tur Andayani, demi kasus sengketa Pilkada Lebak.

Saat ditanya soal asal muasal uang Rp 1 miliar yang diterima Akil, Amir Hamzah, berkukuh tutup mulut. Banyak pertanyaan dari wartawan seperti peran Ratu Atut di sengketa Pilkada Lebak yang dianggap angin lalu oleh Amir.

Kasus ini terungkap setelah KPK menangkap tangan Ketua MK, Akil Mochtar, Rabu pekan lalu. Ia ditangkap setelah diduga menerima sejumlah mata uang Dollar Singapura dan Dollar Amerika bernilai Rp 3 miliar dari Chairun Nisa dan Cornellis Nalau di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Setelah menangkap Akil Muchtar, Chairun Nisa, dan CN, penyidik KPK bergerak ke hotel Redtop, Jakarta Pusat, dan menangkap Hambit Bintih, Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan stafnya, Dhani.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini