Share

Kupas Tuntas Bahasa Indonesia di Kurikulum 2013

Bramantyo, Okezone · Kamis 10 Oktober 2013 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 10 560 879885 Grv25MNNdD.jpg Ilustrasi. (Foto: okezone)

SOLO - Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) membahas Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kurikulum 2013.

Narasumber yang tampil adalah Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Muhajir, MA, Dosen FSSR UNS Riyadi Santosa dan sebagainya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Muhajir menyatakan, perlu dipertimbangkan perubahan pola pikir dalam pengembangan materi pembelajaran dari pendekatan yang materi tunggal ke pendekatan materi dalam posisi biner.

Menurut Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pemberian materi tanpa oposisi biner terutama satuan bahasa yang memiliki gradasi semantik nilai-nilai, santun, baik, buruk, benci dan sebagainya, maka kita akan terjebak pada pemahaman bahwa di dunia ini hanya berlaku satu nilai.

Untuk kata yang bermakna santun, kata Muhajir, penghalusan telah membawa kita terjebak pada upaya penghalusan kata/ungkapan yang pada akhirnya meninggalkan esensi penciptaan kata/istilah itu sendiri.

"Seperti halnya contoh kata pelacur menjadi wanita tuna susila atau pekerja seks komersial. Demikian halnya maraknya kata korupsi karena kata maling sudah kita ganti dengan kata bahasa asing dengan kata illegal logging, korupsi dan sebagainya," jelasnya, di Aula FSSR UNS, Solo, Kamis (10/10/2013).

Sementara itu, Riyadi mengatakan bahwa kurikulum 2013 menuntut semua pihak yang terkait memahami konsep kebahasaan serta implikasi metodologisnya, jika semuanya menginginkan siswa mempunyai pengetahuan, ketrampilan sekaligus sikap.

"Oleh karena itu, kita perlu usaha keras dan kesabaran yang terus menerus mengingat fokus kurikulum ini lebih menekankan proses dengan produk pengetahuan dan ketrampilan maupun sikap yang lebih baik," jelasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini