"Pascareformasi, Sistem Ketatanegaraan Indonesia Semakin Semraut"

Misbahol Munir, Okezone · Sabtu 19 Oktober 2013 00:26 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 18 339 883691 tQkth4DMi6.jpg ilustrasi

JAKARTA - Pengamat masalah dalam negeri, Titi Viorika, menilai bila sistem ketatanegaraan Republik Indonesia pascareformasi semakin semrawut.

 

Menurut dia, amburadulnya sistem ketatanegaraan ini menjadi masalah pokok negara ini dan harus menjadi perhatian bersama agar bisa dipecahkan.

 

Dia menjelaskan, amandemen UUD 45 yang dilakukan tanpa persiapan matang telah menghasilkan UUD Negara RI yang berlaku sekarang justru kehilangannya ruhnya. Dimana Pembukaan UUD 45 yang dicantumkan sebatas formalitas saja. Sehingga kesimpulan publik tentang amandemen UUD 45 oleh DPR selama empat kali telah dikendalikan asing tak bisa sepenuhnya disalahkan.

 

“Pasal-pasal UUD yang berlaku sekarang disusun tanpa menghayati isi dan jiwa Pembukaan UUD 45, tetapi hanya sekedar ditempelkan begitu saja, sehingga membenarkan dugaan khalayak bahwa proses amandemen UUD 1945 sampai empat kali di DPR RI telah dikendalikan unsur kepentingan asing,” ujar Titi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10/2013).

 

Menurut peneliti Fordial ini, pasca-Pemilu 2014, bangsa Indonesia harus berani melakukan revisi atau amandemen kembali terhadap UUD yang dewasa ini berlaku untuk disempurnakan.

 

“Agar tidak ada alergi, kesimpulan ini bukan mengusulkan kembali ke UUD 45, tetapi menghayati Pembukaan UUD 45 sebagai cerminan cita-cita Proklamasi," tegas dia.

 

Sebelumnya, mantan Kepala BIN, AM. Hendropriyono, mengatakan, kondisi negara Indonesia saat ini tengah memprihatinkan, baik dari segi politik, ekonomi, maupun sosial.

 

“Kondisi masa depannya masih belum jelas karena adanya sindrom sosial yang diderita oleh bangsa Indonesia. Hal terpenting bagi bangsa Indonesia adalah keadilan sosial, namun hal ini tidak dijalankan dengan benar,” kata dia dalam seminar bertemakan 'Kedaulatan Negara, Keamanan Bangsa, dan Kepemimpinan Nasional di Tengah Negeri yang Tunggang langgang', yang digelar di Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta beberapa hari lalu.

(cns)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini