nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fathanah Dituntut 17,5 Tahun Penjara

Tegar Arief Fadly, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2013 18:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 10 21 339 884634 ImHaRU5clP.jpg

JAKARTA - Terdakwa kasus suap impor daging Sapi di Kementerian Pertanian, Ahmad Fathanah dituntut 17 tahun enam bulan penjara. Jaksa menilai, Fathanah bersalah dalam kasus tersebut.

Dalam kasus korupsi, Fathanah dituntut tujuh tahun enam bulan penjara, denda Rp500 juta subsider enam bulan penjara. Sedangkan untuk tindak pidana pencucian uang Fathanah dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider satu tahun penjara.

"Meminta kepada majelis hakim untuk menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata Jaksa Rini Trianingsih di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Fathanah didakwa turut serta atau bersama-sama dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, menerima suap Rp1,3 miliar dari Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman.

Uang itu diduga bagian dari Rp40 miliar yang dijanjikan Maria Elizabeth dan diserahkan melalui Direktur PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy dan Juard Effendi.

 

Fathanah diduga menerima suap agar menggerakkan Luthfi Hasan Ishaaq selaku anggota DPR dan Presiden PKS menggerakkan pejabat Kementerian Pertanian yang dipimpin Suswono merekomendasikan penambahan kuota impor daging sapi yang dipesan Grup PT Indoguna Utama.

 

Selain itu, Fathanah juga didakwa Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang. Kolega mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, itu diduga telah menyamarkan aset-aset miliknya yang disinyalir berasal dari tindak pidana korupsi.

 

Dalam dakwaan, aset yang disinyalir disamarkan Fathanah mencapai Rp34,7 miliar dan USD89,321. Fathanah menyamarkan aset-asetnya tersebut antara lain dengan membelikan sejumlah rumah, sejumlah mobil, sejumlah perhiasan dan pembayaran tiket pesawat.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini