nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasar Boplo & Cikal Bakal Kawasan Elit Menteng

Dede Suryana, Jurnalis · Selasa 29 Oktober 2013 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 10 29 504 888629 ADrmxdBrom.jpg Gedung Jawatan Bouwploeg (kini Masjid Cul Meutia) (Foto: Istimewa)

BOPLO lebih dikenal sebagai nama pasar tradisional di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pasar ini termasuk ramai pada dekade 1970-an lantaran berdiri di dekat pemukiman elit Menteng.

Nama Boplo sendiri berasal dari bahasa Belanda, Bouwploeg, yang berarti tempat penjualan alat-alat bajak dan pengolah pertanian. Bila diintip dari sejarahnya, Bouwploeg sangat erat kaitannya dengan cikal bakal kawasan Menteng.

Bouwploeg adalah nama perusahaan real estate yang didirikan arsitek PAJ Moojen pada 1879. Tahun 1920 sampai 1940-an, kelompok arsitek ini membangun kawasan Menteng sebagai pemukiman modern pertama di Batavia.

Di gedung yang kini menjadi Masjid Cut Mutia, Jakarta Pusat, Moojen selaku Direktur Utama NV de Bouwploeg membangun Menteng dengan menjadikannya sebagai kota taman pertama meniru daerah Minerva (laan) di Amsterdam.

Nama perusahaan de Bouwploeg oleh lidah Betawi kemudian disebut Boplo sebelum diganti menjadi Jalan RP Soeroso dan nama Boplo hanya tersisa untuk nama pasar di belakang stasiun Gondangdia. Belakangan Pasar Boplo pun diseragamkan menjadi Pasar Gondangdia.

Pada 2012 lalu, pasar ini terbakar dan nama Boplo tinggal kenangan. Sisa-sisa nostalgia pasar Boplo, kini melekat pada produk-produk kaki lima yang sempat besar bersama kejayaan Pasar ini. Sebut saja gado-gado Boplo. Meski sudah tak lagi berada di Pasar Boplo, penganan ini masih tetap diburu pecinta kuliner.

Produk lain yang cukup lekat dengan Pasar Boplo adalah toko roti legendaris ‘Lauw’. Toko ini masih bertahan dengan keaslian bangunannya. Pabrik pembuatan roti juga masih dipertahankan di bagian belakang toko.

*Diolah dari berbagai sumber

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini