nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunjungi Kelok Sembilan, SBY Diminta Jaga Kelestarian Lingkungan

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2013 14:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 10 31 337 889891 Jiq6qeuHrW.jpg Jembatan Kelok Sembilan (Foto: Setkab)

PADANG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku kagum saat menyaksikan Jembatan Kelok Sembilan yang dibangun di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Konstruksi jalan berakselari dengan lingkungan hijau.

“Kemarin saya meninjau Kelok Sembilan, saya melihat begitu kokoh, megah, dan indah. Itu hasil karya anak bangsa yang membanggakan dan menjadi sebuah ikon konstruksi monumental. Saya kagum dengan konstruksi yang mengedapan green construction, terbentang di lembah perbukitan Bukit Barisan, lingkungan kawasan suaka alam,” kata SBY, Kamis (31/10/2013).

Berdasarkan pantauannya, hutan masih hijau, pohon-pohon masih lebat, air masih mengalir, dan kebersihan terjaga. “Pak Gubernur (Gebernur Sumbar Irwan Prayitno), saya pikir harus mengeluarkan perda untuk memastikan lingkungan yang indah hijau dan baik itu terus dijaga,” ucapnya.

Ia mengaku mendapat banyak pesan dari SMS dan situs jejaring sosial agar jalan layang tersebut dijaga. “Tadi pagi saya dan istri, Ibu Negara, menerima pesan SMS, pesan media sosial, "Pak SBY dan Ibu Ani jangan sampai lingkungan rusak",” ujarnya menirukan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyebut jembatan tersebut dapat bertahan hingga 100 tahun. Keberadaannya dapat membantu mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Kelok Sembilan Lama, terutama saat liburan dan mudik Idul Fitri.

Selain dapat mengurai kemacetan, keberadaan jalan layang tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Diperkirakan jalan layang ini dapat bertahan hingga 100 tahun. Namun kami berharap agar tetap ada perawatan. Ke depan, tebin-tebing di sisi jalan masih perlu dibenahi,” sebutnya.

Bentang Kelok Sembilan mencapai tiga kilometer, dengan rincian panjang jalan dua kilometer dan jembatan satu kilometer. Jalan layang yang menghabiskan dana APBN sebesar Rp600 miliar itu dibangun selama 10 tahun dengan sistem tahun jamak.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini