nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Loyalis Anas Minta KPK Periksa SBY & Ibas, Ini Kata Demokrat

Mustholih, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2013 11:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 10 31 339 889773 YNRhT6A9ok.jpg Andi Nurpati (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Nurpati, menanggapi tuntutan mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat dari Cilacap, Tri Dianto, yang meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan putranya, Edhie Baskoro, turut diperiksa terkait penyidikan kasus Hambalang, Jawa Barat.

"Semua proses (Hambalang) ini kita serahkan pada pimpinan KPK. Apakah memang ada keterikatan, atau ada kesaksian yang diperlukan kalau hanya menyebut-nyebut saja dan tidak ada konektivitasnya untuk apa juga," kata dia sebelum menjenguk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, di KPK, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013).

Menurut Andi Nurpati, Partai Demokrat menghormati proses hukum kasus Hambalang yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. "Sejak awal Partai Demokrat menghormati proses hukum. Karena itu pada saat Pak Andi ditetapkan menjadi tersangka, kita hormati proses hukum," ujar dia.

Sebelumnya, Tri Dianto meminta KPK memeriksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan putranya, Edhie Baskoro, terkait penyidikan kasus pelaksanaan pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Menurut Tri Dianto, kedua tokoh ini mengetahui soal kongres Partai Demokrat yang didalamnya diduga beroma bagi-bagi duit dari proyek Hambalang.

Dalam kasus dugaan gratifikasi pelaksanaan proyek Hambalang, KPK telah menetapkan mantan Ketua Partai Demokrat Anas urbaningrum. Anas disangkakan telah menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Harier dari PT Adhi Karya selaku perusahaan kontraktor proyek Hambalang.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini