nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direktur PT Indoguna Trauma Sebut Nama Pak Uban

Tegar Arief Fadly, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2013 17:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 10 31 339 890039 z2154zgTjm.jpg Hatta Radjasa (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi, mengaku kapok untuk menyebut Pak Uban, sosok yang disebut-sebut terlibat dalam penambahan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

 

Saat bersaksi untuk terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq, Juard mengawali penjelasannya dengan menceritakan soal perintah pengajuan penambahan kuota daging dari PT Indoguna.

 

"Permohonan penambahan kuota itu saya yang memerintahkan ke bawah. Saya yang usulkan ke Maria Elizabeth, dia kan Direktur Utama, tidak ikut urus permohonan," kata Juard di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (31/10/2013).

 

Diakui Juard, Komisaris PT Radina Bioadicta Elda Devianne Adiningrat sempat menghubunginya melalui sambungan telefon saat permohonan pengajuan oleh PT Indoguna ditolak.

 

"Pertama 500 ton ditolak, 5.150 ditolak, lalu Elda telepon saya, saya sebenarnya sudah tidak percaya. Tapi dia sebut nama orang," ucap Juard.

 

"Siapa orang itu?" tanya Hakim Suhartoyo.

 

Mendapat pertanyaan seperti itu, Juard enggan untuk menjawabnya. "Saya nanti dimarahi lagi Yang Mulia. Kemarin saya sebut (dalam sidang) saja, saya diancam mau dituntut," tuturnya.

 

Hakim pun menerima penolakan Juard dan tidak melanjutkan pertanyaannya. "Ya sudah tidak usah," kata hakim.

 

Diketahui, nama sosok yang tidak disebut Juard itu adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Nama Hatta awalnya muncul dalam persidangan kasus pengurusan kuota impor daging dengan terdakwa Direktur PT Indoguna Utama Juard Effendi.

 

Juard mengatakan, Elda Devianne Adiningrat, menjual nama Hatta Rajasa untuk meyakinkan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, guna mengajukan penambahan kuota impor daging sapi ke Kementerian Pertanian.

 

Menurutnya, Elda mengesankan Hatta Rajasa telah menyetujui penambahan kuota impor daging sapi. Ketika itu Elda melalui anak buahnya yang bernama Jerry Roger Kumontoy menghubungi dirinya setelah mereka lama tak berkomunikasi.

 

“Jerry diminta Elda agar menyampaikan kepada saya untuk mengajukan penambahan kuota impor daging sapi sebanyak delapan ribu ton untuk tahun 2013, dengan mengatakan bahwa Pak Uban (Hatta Rajasa) telah menyetujui tambahan kuota impor sebesar 20 ribu ton,” kata Juard saat membacakan nota pembelaan pribadi (pledoi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin 19 Juni 2013.

 

Nama Hatta kembali diungkap saat Elda Devianne Adiningrat bersaksi di sidang Fathanah pada Kamis 22 Agustus 2013. Saksi Elda Deviane Adiningrat mengaku mengistilahkan nama Menko Perekonomian itu dengan sebutan "Pak Uban" setelah ditanya Ketua Majelis Hakim Nawawi Ponolango mengenai siapa yang dimaksud "Pak Uban".

 

"Maaf, saya mengistilahkan untuk Menko Perekonomian Hatta Rajasa, tapi (istilah) itu bukan dari saya. Tapi benar (saya yang menyebutkan)," kata Elda.

 

Menurut Elda, sebutan "Pak Uban" itu muncul dalam percakapan dirinya dengan Bos PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman. Saat itu, Elda menyampaikan ke Elizabeth, "Pak Uban" atau Hatta Rajasa marah-marah mendengar penolakan dari Dirjen Peternakan Syukur Iwantoro terhadap pengajuan penambahan kuota impor daging PT Indoguna Utama.

 

"Saya tahu dari teman saya, Arif. Saya ngadu ke Arif dan Arif ngomong 'Uban juga marah-marah dan katanya Pak Syukur akan dipanggil'," tuturnya. Elda menambahkan, Arif merupakan pengusaha di bidang Batubara, namun juga konsen di masalah pupuk.

 

Sebutan the white hair man juga keluar dari mulut Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman saat bersaksi untuk terdakwa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini