Share

Tinggalkan Pemimpin 'Jahiliyah' di 2014

Rizka Diputra, Okezone · Kamis 07 November 2013 02:26 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 06 339 892911 haumV0DXLq.jpg Soetrisno Bachir (Foto:Okezone)

JAKARTA - Penyelenggaraan Pemilu 2014 kurang dari setahun lagi akan digelar serempak untuk menentukan pemimpin bangsa selanjutnya ke depan. Pemimpin bangsa ini nantinya diharapkan lebih berkarakter, memiliki visi yang jelas, dan keberpihakan yang kuat kepada kesejahteraan rakyat.

“Momentum Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014 harus menjadi penanda hijrahnya bangsa Indonesia dari keterpurukan menuju masa depan yang cerah,” ujar Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Perhimpunan KB PII), Soetrisno Bachir dalam keterangannya, Rabu (6/11/2013) malam.

Pemimpin bangsa, kata dia, selama ini terlalu sibuk dengan kepentingan pribadi dan kelompoknya, sehingga kepentingan bangsa terpinggirkan. “Demi memenangkan kepentingannya sendiri, elite kita menjadi sibuk untuk saling intrik, menjegal, menyandera, dan bahkan saling menjatuhkan,” sindirnya.

Menurutnya, peringatan tahun baru Islam satu Muharram harus menjadi momentum perbaikan diri demi peningkatan kualitas ke depannya. "Perilaku jahiliyah banyak dipertontonkan oleh para pemimpin kita. Sehingga momentum hijrah ini harus menjadi rujukan untuk memilih pemimpin pada 2014," paparnya.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, para aktivis dan alumni PII harus menjadi kekuatan solid yang mampu menggerakkan bangsa Indonesia guna berhijrah, untuk meninggalkan kejahiliyahan dan memperbaiki kualitas kepemimpinan nasional pada 2014.

“Kita harus hijrah dari berbagai kejahiliyahan, dan membangun keshalihan yang unggul. Kesalehan yang menjadi solusi atas masalah-masalah kebangsaan," tandasnya.

Sementara itu, mantan anggota DPR, Marwah Daud mengungkapkan bahwa semangat hijrah harus dilakukan secara totalitas. Perubahan, kata dia, harus dilakukan secara struktural dan kultural, untuk menghijrahkan mind-set kita menjadi bangsa yang maju.

Mindset inilah yang akan mengokohkan peran umat Islam untuk menjadi pionir perbaikan bangsa. Sebagai mayoritas dari bangsa Indonesia, kita juga harus mengambil peran lebih banyak dalam kepemimpinan nasional,” ujar Marwah.

Sekadar diketahui, KB PII merupakan perhimpunan yang mewadahi alumni Pelajar Islam Indonesia (PII) yang banyak mewarnai sejarah umat Islam Indonesia sejak tahun 1947. Perhimpunan KB PII tersebut didirikan pada 28 Mei 1998 di Masjid Istiqlal di Jakarta. KB PII sendiri telah memiliki kepengurusan di seluruh provinsi, serta hampir keseluruhan Kabupaten dan Kota se-Indonesia.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini