nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rizki si Bocah Jenius Akan Jalani Tes Psikologi

Wahyu Sikumbang, Jurnalis · Senin 11 November 2013 12:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 11 11 340 894983 LxcdXKSy5w.jpg Rizki si bocah jenius dari Agam (Wahyu Sikumbang/Sindo TV)

AGAM - Pemberitaan media tentang kecerdesaan istimewa yang dimiliki Muhammad Rizki Ramadan (10) , warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencuri perhatian pemerintah setempat. Pada Minggu malam, Bupati Agam Indra Catri beserta sejumlah perangkat daerah dan puluhan warga, bertandang ke rumah orangtua Rizki di Jorong Lurah, Surau Barangjuang, Kenagarian Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam.

Bupati memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Agam untuk mendalami potensi yang dimiliki serta mencari pola pendidikan yang cocok untuk Rizki. Menurut Indra, Pemda Agam berkewajiban memfasilitasi agar Rizki sekolah lagi di sekolah khusus anak-anak cerdas.

Untuk menentukan nasib kelanjutan pendidikan Rizki, dalam waktu dekat Dinas Pendidikan bakal melakukan tes psikologi. “Tes psikologi dulu supaya tidak salah langkah, makanya saya buru-buru melihat kondisinya agar tau langkah apa yang akan diambil. Apakah kategorinya superior atasu superior khusus, ini juga harus dicermati,” ujarnya.

Dia pun memaklumi keputusan SD Negeri Cangkiang yang hanya hanya mengizinkan Rizki mengeyam pendidikan selama enam bulan di sana. Saat itu Rizki terdaftar sebagai siswa kelas satu, dan usianya masih tujuh tahun. “Karena mungkin di sekolah tempat anaknya sekolah dulu, guru yang khusus memahami karakter Rizki tidak ada,” katanya.

Sementara itu, orangtua berharap Rizki dapat melanjutkan pendidikan setelah tiga tahun putus sekolah. Berbagai pihak telah menghubungi keluarga, menyatakan peduli akan kelanjutan pendidikannya. “Kepedulian banyak datang, ada dari perguruan tinggi, psikologi, dan warga di Sumatera Barat,” terang Armadanis, ibunda Rizki.

Kendati begitu, keluarga sepakat menyerahkan penanganan pendidikan Rizki kepada pemerintah setempat. Bahkan bila Rizki harus belajar di luar Agam, keluarga tidak mempersoalkan asal tetap diizinkan mendampingi. “Kami ingin sekali Rizki maju. Kalau Rizki harus disekolahkan ke luar daerah, kami setuju tapi kami temani dulu, karena melepasnya sendirian kami belum sanggup,” aku Armadanis.

Seperti diberitakan, bungsu dari pasangan Mayunis dan Armadanis itu dikeluarkan dari sekolahnya pada 2010. Pihak sekolah menganggap Rizki mengganggu proses belajar mengajar, karena dia bisa marah bila guru menerangkan pelajaran lebih dari sekali. Padahal, teman-teman kelasnya belum semua mengerti pelajaran yang disampaikan oleh guru.

Selama tiga tahun setelah putus sekolah, Rizki hanya bermain di rumah. Rizki fasih berbahasa Inggris, India, Mandarin, dan Malaysia yang dipelajarinya secara otodidak. Selain gemar menonton pertandingan bola, bocah tersebut juga tak melewatkan pemberitaan di televisi.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini