Share

36 Delegasi Mahasiswa Lirik Kondisi Asia Usai Krisis

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Senin 11 November 2013 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 11 373 895206 kZ4Ew7tQm1.jpg (Foto: Marieska Harya/Okezone)

DEPOK - Ratusan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) yang didominasi dari jurusan ekonomi serius mengikuti konferensi ekonomi internasional yang dikemas dalam bahasa Inggris.

Agenda konferensi Ekonomi Internasional untuk kali ke 11 ini bertajuk Economix: Asian Economy Challenges dengan tema 'Asia's Survival in Fragile Global Recovery'. Di dalam acara tersebut hadir berbagai petinggi dari bermacam-macam perbankan dan dibuka oleh perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Wakil Ketua Panitia atau Vice Project Officer Adinova Fauri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan seminar, kompetisi, dan konferensi ekonomi internasional yang diikuti Indonesia dan negara asing seperti Filipina. Selain itu ada 36 delegasi mahasiswa dari berbagai universitas seperti UI, Unair, Unbraw, Unpad, dan President University.

"Tahun lalu sebenarnya lebih banyak negara asing yang ikut, ada Malaysia dan Nepal juga, tetapi tahun ini hanya Filipina, kami lebih fokus dalam hal kemampuan bertahan emerging economy in fragile global recovery," ujar mahasiswa FEUI semester 5, jurusan ilmu ekonomi ini, Senin (11/11/2013).

Adinova menyebutkan alasan mengapa mereka memilih topik tersebut yakni ingin mengajak mahasiswa untuk melihat kondisi negara-negara Asia setelah krisis. Setelah seminar, kata dia, maka acara akan dilanjutkan dengan kompetisi dan konferensi.

"Sempat booming kan negara-negara Asia menghadapi krisis, kita mau lihat bagaimana mereka bisa bertahan," jelasnya.

Adinova menyebutkan dalam hal kompetisi yang digelar, maka mahasiswa diwajibkan membuat essay sesuai tema. Tujuan kegiatan tersebut, lanjutnya, yakni sebagai bahan rekomendasi bagi pemerintah untuk menentukan arah kebijakan pemerintah.

"Nanti ada juri yang menilai, ada head to head, sejauh mana delegasi mengetahui kemampuan soal ekonomi. Goal-nya dari sini kita ingin bagaimana caranya bisa menghasilkan poin penting, untuk menentukan arah kebijakan pemerintah. Memberikan hasil kepada pemerintah, sekadar sharing," tutup Adinova.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini