Pria Ganteng Ini Ternyata Penjambret

Tri Ispranoto, Okezone · Rabu 13 November 2013 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 13 526 896094 V6qrOGQp7s.jpg Defan diamankan di Mapolsekta Coblong (Foto: Tri Ispranoto/Okezone)

BANDUNG - Sepintas orang tidak akan percaya bahwa Andriyan Cahya alias Defan (19) seorang residivis pelaku kriminal. Wajahnya yang melankolis dan ganteng menyiratkan bahwa ia pria baik-baik.

Namun nyatanya tidak, Defan yang pernah mendekam di Rutan Kebon Waru karena kasus pencurian sepeda motor di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini, harus kembali berususan dengan pihak kepolisian karena menjambret tas milik seorang mahasiswi di Jembatan Layang Pasupati.

Penjambretan bermula saat Defan dan seorang rekannya yang masih diburu polisi, Asep, mabuk-mabukan sekira pukul 02.00 WIB.

“Pas pulang saya diajak sama Asep. Ya saya bilang ayo saja. Saat itu saya disuruh jadi pemetik, Asep yang jadi joki. Saya juga sempat dikasih pisau punya Asep untuk jaga-jaga,” tutur Defan di Mapolsekta Coblong, Rabu (13/11/2013).

Meski belum memiliki pengalaman dalam hal menjambret, namun karena pengaruh miras, Defan pun bersedia diajak. Setelah berputar-putar di Jalan Dago, Jalan Merdeka, dan Jalan Cipaganti, akhirnya Asep dan Defan mendapatkan mangsa, seorang pengendara sepeda motor yang naik Jembatan Layang Pasupati dari arah Cipaganti.

Berbekal motor sport hitam B 6658 KAD, keduanya pun melakukan penjambretan terhadap Pygaveta Pilenia yang saat itu tengah berboncengan dengan temannya.

“Pas saya merebut tasnya, korban melawan sampai kita tarik-tarikan.

Akhirnya saya sama korban jatuh. Pas mau ngerebut, tiba-tiba di belakang ada pengendara lain, yang enggak tahunya itu pak polisi pakai baju sipil,” tuturnya.

Saat mencoba kabur, Defan pun lagi-lagi terjatuh.

Layaknya kasus Sisca Yofie, Defan pun sempat terseret cukup jauh. “Pas jatuh itu saya pegangan ke belakang motor Asep. Jauh pegangan, saya enggak kuat karena perut saya kegesek sama jalan dan ban motor. Dari pada mati konyol, saya lepaskan pegangan dan akhirnya tertangkap,” ucapnya.

Pria yang mengaku bercita-cita menjadi artis itu kini menyesali perbuatannya. Selain harus bersiap kembali masuk bui, Defan pun kini harus menanggung rasa sakit akibat terjatuh dan terseret dari motor Asep.

Sementara itu, Kapolsekta Coblong, Kompol Sarche Christiati, mengungkapkan, kawasan Pasupati sering menjadi lokasi penjambretan sehingga harus diwaspadai.

“Diimbau kepada warga, sekiranya tidak terlalu penting, apalagi perempuan, lebih baik jangan keluar pada malam hari. Kalau pun penting, ada baiknya jangan membawa tas atau benda lainnya yang bisa menarik perhatian untuk dijambret,” tuturnya.

Sebagai atensi dari Kapolda Jabar, Irjen Pol Suhardi Alius, pihaknya pun telah menginstruksikan kepada Kanit Reskrim Polsek Coblong, AKP Asep Wahidin, untuk memberantas pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya.

“Untuk tersangka Defan kami kenakan Pasal 365 KUHP mengenai Curas, dengan ancaman hukumaa penjara di atas tujuh tahun. Untuk Asep kami masih lakukan pengejaran. Kami juga sudah sebar (identitas) DPO ini ke berbagai daerah agar bisa segera tertangkap,” pungkasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini