Share

Berbagi Tips Jitu Taklukkan Dunia Kerja, UGM Undang Alumni

Margaret Puspitarini, Okezone · Minggu 17 November 2013 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 16 373 898075 y7537K8iPL.jpg Ilustrasi : AFP

JAKARTA - Tidak ada yang lebih tepat untuk memberikan gambaran dunia kerja kepada calon wisudawan selain alumni yang telah sukses. Pengalaman alumni dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh saat kuliah dan menaklukkan dunia kerja menjadi bekal berharga bagi para calon wisudawan.

Untuk itu, tiga alumni sukses Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pun berbagi rahasia mereka di hadapan para calon wisudawan. Mereka adalah Danang Girindrawardana, Budi Utomo, dan Tahir Musa Luthfi Yazid.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Bagi Luthfi Yazid yang sukses di dunia lawyer dan terakhir sebagai Managing Partner of Luthfi Yazid & Partners Law Firm, setiap calon wisudawan/ wisudawati UGM mestinya harus siap dengan segala kemungkinan. Sebab berkarya di universitas kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi bukan persoalan mudah.

"Bukan saja Anda harus bersaing dengan teman sendiri maupun lulusan perguruan tinggi dalam negeri, tapi saat ini Anda juga harus bersaing dengan lulusan perguruan tinggi asing", ujar Lutfhi, seperti dikutip dari situs UGM, Minggu (17/11/2013).

Luthfi meyakini, keberhasilan di universitas kehidupan ditentukan oleh 20 persen kepandaian dan 80 persen kerja keras. Karena itu, bagi calon lulusan yang telah menjalani kuliah sambil bekerja diharapkan untuk terus melanjutkan, sementara yang baru memiliki rencana harus direalisasikan.

Founder and Partner at Yusril Ihza Mahendra & Partners 2001-2003 itu mengingatkan semangat, ketekunan, kesungguhan dan kerja keras menjadi kunci keberhasilan yang harus dipupuk. "Idealnya, sebelum wisuda pada 19 November nanti, minimal Anda sudah memiliki rencana dan sudah ada dalam diri," paparnya.

Ukuran sukses, lanjut Luthfi, bukan untuk diri sendiri namun bisa berbagi. Berbagi dengan cara mendorong orang lain untuk ikut berhasil. "Sukses itu ukurannya bukan rumah dan mobil mewah, namun menjadikan orang lain turut berhasil," imbuh Lutfhi.

(mrg)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini