JK: Inovasi itu Penting Bagi Mahasiswa

Amba Dini Sekarningrum, Okezone · Selasa 19 November 2013 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 19 373 899377 hv7EaYOx79.jpg JK saat menjadi pembicara. (Foto: Amba Dini/Okezone)

TANGERANG - Menjadi kreatif di usia muda merupakan hal lumrah. Apalagi saat ini banyak mahasiswa yang melakukan inovasi dan terobosan baru. Sebuah inovasi bahkan diyakini menjadi pemecah masalah bangsa saat ini.

"Pertama makanan, kemudian energi dan terakhir sumber daya, baik alam maupun manusia," ujar Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, memotivasi mahasiswa dan ilmuwan, di Gedung Widya Bhakti Puspitek, Serpong, Kota Tangsel, Selasa (19/11/2013).

Bila sudah mengetahui apa yang menjadi masalah dan kebutuhan, tambah Kalla, kemudian barulah pentingnya berinovasi, terlebih untuk kepentingan pasar bebas ASEAN 2015. Menurutnya, untuk menghasilkan inovasi, ada beberapa rangkaian yang harus ditempuh.

"Yakni berawal dari ide, kemudian research, baru inovasi," ujarnya, saat berkesempatan menjadi pembicara utama dalam sebuah seminar internasional.

Namun, inovasi tak akan menjadi berguna bila tak ada industri untuk mengaplikasikannya, dan pasar untuk menerjunkannya kepada masyarakat.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua PMI ini, bila para ilmuan dan juga penggerak industri sudah melakukan hal tersebut, sudah pasti Indonesia siap menempuh pasar bebas ASEAN 2015.

Di sisi lain, dalam seminar internasional bertema Inovation Research In Science, Technology and Culture 2013, peneliti dari Inggris juga mengungkapkan konsepnya mengenai MRT terpadu.

"Konsep ini tidak hanya untuk Jakarta saja, melainkan cocok juga menghubungkan Jabodetabek," ungkap Dr Dan David Fullict, dari Impacticity London, Inggris.

Dia memaparkan, sistem MRT yang akan menghubungkan pusat pemukiman dan perekonomian yang ada di Jabodetabek. Sistem yang dipaparkan Dr Dan, akan menghubungkan 600 stasiun, 200 di antaranya terletak di bawah tanah.

"Ini sudah diberlakukan di negara maju lainnya. Saya rasa sistem MRT ini sangat cocok untuk Indonesia," pungkasnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini