Guru SD Babak Belur Dikeroyok Oknum Brimob

Andi Ilham, Koran SI · Kamis 21 November 2013 02:02 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 20 340 900202 V6QNaMLGXP.jpg Ilustrasi (Okezone)

WATAMPONE - Hanya karena persoalan suara knalpot saat melintas di depan markas Detasemen Pelopor C Bone, seorang guru babak belur dikeroyok oknum anggota brimob.

Peristiwa itu bermula kala korban Muhammad Yusuf (51) melintas di Poros Bajoe Jalan MH Thamrin Kelurahan Ta' Kecamatan Tanette Riattang.

Warga Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur itupun harus menjalani perawatan medis di Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone. 

Peristiwa pengeroyokan itu terjadi di salah satu bengkel di Jalan Veteran sekira pukul 15.30 Wita saat korban yang diketahui seorang guru SD Inpres 10/73 Bajoe ini hendak memperbaiki sepeda motornya.

Namun, korban tiba- tiba didatangi dua orang oknum brimob berseragam lengkap dengan berboncengan sepeda motor. Para pelaku kemudian melakukan pemukulan terhadap korban.

Namun, berselang waktu tidak lama kemudian datang kembali belasan anggota brimob lainnya dengan melakukan pemukulan bertubi-tubi hingga korban mengalami luka di bagian bibir dan perut akibat pukulan.

"Saya tidak diberi kesempatan bicara dan langsung dikeroyok saja," ujar Yusuf kepada wartawan, Rabu (20/11/2013).

Mengenai alasan penganiayaan belasan oknum anggota brimob Bone itu, korban menduga adanya ketersinggungan saat melintas dengan suara knalpot keras di depan markas brimob. Namun, dia mengakui jika sepeda motor yang digunakannya kurang prima dan hendak dibawa menuju bengkel.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Komandan Detasemen Pelopor C Brimob Bone, Kompol Darminto, mengaku sedang berada di Makassar dan telah menerima laporan tersebut. Hingga tadi malam, sejumlah personel yang diduga terlibat tengah diperiksa oleh Provost.

"Anggota sementara proses pemeriksaan, jika terbukti maka diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku," ungkap Darminto saat dihubungi via telefon.

Korban yang masih dirawat di UGD RSUD Tenriawaru hingga kini belum diperbolehkan pulang karena kondisinya masih lemah. Kasus ini belum dilaporkan pihaknya kepada pihak Kepolisian.

Wakapolres Bone, Kompol Agung Kanigoro yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut.

"Saya ndak bisa komentari itu, jika pun ada betul terjadi maka yang bisa memberikan komentar adalah Kapolres Bone atau humasnya," ujar Agung.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini