Mau Jadi Presiden, Selesaikan Dahulu Tanggung Jawab Lapindo

Pramono Putra, Sindo TV · Jum'at 22 November 2013 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 22 521 900963 vbOhiYKOCX.jpg Ilustrasi

SIDOARJO - Korban semburan lumpur Lapindo Brantas mendesak Aburizal Bakrie segera melunasi ganti rugi yang hingga kini belum terealisasi. Desakan itu lantaran Ketua Umum Partai Golkar yang sudah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden itu, pernah menyatakan akan menyelesaikan pelunasan sebelum berlangsungnya Pemilu 2014.

“Kalau memang mau jadi pemimpin negara, selesaikan dulu tanggung jawabnya,” ujar Sudarto, salah satu korban lumpur di Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (22/11/2013).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), masih ada 3.100 dari 12.000 berkas ganti rugi yang belum diselesaikan. Korbannya tersebar di empat desa yakni Siring, Jatirejo, Renokenongo, dan Kedungbendo.

“Kami berharap bisa terselesaikan semua ganti rugi korban lumpur. Seorang calon pemimpin harusnya menunjukkan tanggung jawabnya,” timpal Fardi yang juga korban lumpur.

Selama ini, menurut mereka, korban yang berdampak langsung dengan lumpur Lapindo hanya menerima janji-janji pelunasan dari PT Minarak Lapindo Jaya selaku perusahaan yang ditunjuk Lapindo Brantas untuk melakukan pembayaran ganti rugi.

 

Janji demi janji dilontarkan perusahaan sejak akhir 2012, namun kenyataannya hingga menjelang akhir tahun ini proses pelunasan belum terselesaikan. “Kami cuma minta Ical -sapaan Aburizal- menepati janjinya untuk melunasi ganti rugi sebelum sebelum maju menjadi calon presiden April tahun depan,” ketus Sudarto.

Pelunasan ganti rugi terhadap warga desa yang terendam lumpur belum terselesaikan sejak 2007 lalu. Kendati begitu, sudah ada warga yang mendapat ganti rugi dari BPLS melalui dana APBN. "Kami pikir memang pemerintah melakukan diskriminasi dalam pelunasan ganti rugi ini," pungkasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini