Share

Ujian Nasional Jangan Jadi Momok Siswa

Rohmat, Okezone · Jum'at 22 November 2013 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 22 560 901324 OpzNlaLxPz.jpg Ilustrasi. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

DENPASAR - Ujian nasional (UN) menjadi elemen penting dalam menentukan kelulusan. Namun, jangan sampai hal itu menjadi momok siswa sehingga semua pihak diharapkan bisa melihatnya sebagai hal biasa dalam proses belajar mengajar.

Setiap datangnya UN, di semua tingkatan sekolah mulai dasar hingga menengah, bagi kebanyakan siswa atau orang tua, dipersepsikan sebagai hal yang sangat menakutkan. Tak jarang, para orangtua berlomba-lomba mengirim anaknya ke bimbingan belajar agar bisa meraih hasil terbaik meskipun menyita waktu dan beban belajar siswa.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Kita masih banyak mendengar ketika mau ujian, ada yang ramai-ramai melakukan doa istigosah dan lain sebagainya. Seolah-olah UN merupakan peristiwa sangat luar biasa sehingga jadi beban tersendiri," kata Staf khusus Bidang Komunikasi dan Media Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sukemi, di Kuta, Jumat (22/11/2013).

Padahal, UN merupakan salah satu instrumen untuk mengukur standar kompetensi siswa. Keberhasilan dan kegagalan dalam UN itu merupakan hal biasa dan bukan segala-galanya.

Karena itu, sudah saatnya semua pihak pemerintah, masyarakat hingga orangtua agar menempatkan UN sebagai hal biasa, yang merupakan tahapan yang mesti dilalui siswa bukan sebaliknya menjadi sesuatu yang menakutkan atau momok.

Pendek kata, Sukemi memandang perlunya dilakukan desakralisasi terhadap UN. Artinya, jangan sampai UN dianggap sebagai hal sakral yang mesti ditakuti sehingga menjadi beban tersendiri bagi siswa.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini