Wartawan KPK Boikot Abraham Samad Cs

Mustholih, Okezone · Senin 25 November 2013 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 25 339 902373 JtvFf9dHg8.jpg Abraham Samad (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ratusan wartawan yang bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memboikot pimpinan KPK yang akan menggelar konfrensi pers terkait pemeriksaan Wakil Presiden Boediono dalam penyidikan kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

 

Mereka memprotes sikap tertutup KPK dalam memeriksa Boediono yang diduga banyak mengetahui korupsi di kasus Bank Century.

 

"Saya minta teman-teman meletakkan semua alat rekaman, foto, dan kamera dan kita sama-sama keluar, karena KPK sudah bersikap diskriminasi terhadap media," kata salah seorang wartawan, Dea, yang mewakili para wartawan di auditorium KPK, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2013).

 

Aksi boikot terjadi saat pimpinan KPK sudah siap menjelaskan soal pemeriksaan Boediono. Hadir dalam konfrensi pers tersebut Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Juru Bicara KPK Johan Budi, dan Deputi Penindakan dan Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan, Wareh Sadono.

 

Namun, sebelum Pimpinan KPK menjelaskan soal Boediono, para wartawan memboikot mereka. Dea menyatakan wartawan-wartawan yang bertugas di KPK betul-betul kecewa dengan sikap tertutup petinggi komisi antikorupsi tersebut.

 

"Pimpinan kenapa tetap diam sedangkan pemeriksaan itu tetap terjadi. Kenapa Pimpinan merahasiakan. Ada apa?," ujar Dea.

 

Melihat reaksi wartawan yang sepertinya tak disangka-sangka, Bambang Widjojanto, Abraham Samad, dan Johan Budi terkejut. Wajah mereka terlihat pucat namun mereka berusaha tersenyum menyembunyikan rasa itu.

 

Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono diperiksa KPK, Sabtu 23 November di Istana Wakil Presiden. Namun, berita pemeriksaan Boediono sempat memancing isu tak sedap. KPK mendadak begitu tertutup dalam memberi informasi soal detail pemeriksaan mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut.

 

Konfirmasi justru datang dari Boediono langsung. Boediono membenarkan telah diperiksa terkait kasus Century.

 

"Fokus pemeriksaan pada FPJP, pertanyaan banyak dan saya jawab setuntas mungkin dari awal sampai masa setelah bailout. Ini ada rincian pertanyaan, saya jelaskan secara tuntas," kata Boediono dalam konfrensi pers di kantornya.

 

Boediono diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi tersangka Bank Century, Budi Mulya. Budi Mulya merupakan Deputi V Bidang Pengawasan Bank Indonesia ketika bailout Century dikucurkan. Dia disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait kucuran dana bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini