nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Bulukumba Siap Kembalikan Kerugian Negara

Syamsir, Jurnalis · Kamis 28 November 2013 14:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 11 28 340 904143 BKQtaz8KQm.jpg Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan (Foto: Syamsir/Koran Sindo)

BULUKUMBA - Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan, bersedia membantu adiknya mengembalikan kerugian negara dalam kasus penyelewengan dana proyek kendaraan dinas (randis) penyuluh pertanian senilai Rp221 juta. Namun, hingga penetapan adiknya, Rusiyanto Hasan, sebagai daftar pencarian orang (DPO), bupati tak kunjung memenuhi janjinya.

"Dia (bupati) sudah menelefon saya mengatasnamakan sebagai keluarga, dan mereka siap membantu mengembalikan kerugian negara yang dibawa kabur, Rusdiyanto. Tapi, saya menunggu sampai sekarang belum dipenuhi janjinya, kami kurang tahu apa penyebabnya, sehingga belum mengembalikan," ucap Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bulukumba, Muhammad Ruslain Muin, di Bulukumba, Kamis (28/11/2013).

Menurutnya, selain Bupati ada beberapa orang mengaku keluarga tersangka yang sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan dan siap mengembalikan kerugian negara. Namun, tak satu pun keluarga yang memenuhi janjinya. "Kami sudah tidak percaya lagi, kalau dianggap mau membantu kembalikan uang negara. Sebab, dari beberapa perwakilan keluarga yang sudah menelefon saya, katanya mau membantu belum ada realisasinya. Kami mau bukti, bukan siap membantu," jelasnya.

Dia menambahkan, pengejaran terhadap adik bupati sudah dikoordinasikan dengan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Mahkamah Agung (MA). Hal ini dilakukan untuk memudahkan Kejaksaan mencari keberadaan tersangka. "Kami tetap mem-back up pengejarannya. Hanya, kalau Kejati atau MA yang menemukan keberadaannya, maka dia segera berkoordinasi ke Kejari Bulukumba. Sebab, kami tidak tahu di mana sekarang keberadaannya," kata dia.

Sebelumnya, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan tidak mengakui Rusdiyanto Hasan tersangka penggelapan anggaran proyek randis penyuluh pertanian sebagai saudaranya. Menurutnya, Rusdiyanto hanya saudara tiri. "Dia (Rusdiyanto) bukan saudara saya. Dia hanyalah saudara tiri saja. Jadi, tidak perlu selalu dikaitkan dengan saya selaku bupati. Kalau dia memang bersalah, maka silakan diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami tidak pernah menghalangi. Apalagi jika dia melawan hukum, maka proses baik anak saya maupun keluarga yang lain," ujarnya.

Dia mengemukakan, tidak pernah membantu pihak Kejaksaan dalam memberikan informasi soal keberadaan Rusdiyanto saat ini karena tidak mengetahui keberadaannya. "Bagaimana saya mau memberikan informasi. Kalau kami tidak mengetahui di mana. Kami juga tidak mengetahui dia berdomisili di mana sekarang. Intinya, silakan pihak Kejaksaan mencari dan memproses jika memang benar bersalah," ujar mantan Bupati Pohuwato, Gorontalo, ini.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini