Banyak NIK di Bali Tak Valid, KPU Kebut Verifikasi DPT

Rohmat, Okezone · Minggu 01 Desember 2013 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 01 340 905454 U10qnPfuEZ.jpg (Ilustrasi, Okezone)

DENPASAR - Banyaknya ketidakvalidan nomor induk kependudukan (NIK) memaksa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali melakukan verifikasi ulang daftar pemilih tetap.

KPU mengalami kesulitan dalam memverifikasi narapidana di beberapa lembaga pemasyarakatan di Bali.

“Kami memverifikasi di lapas. Mereka rata-rata tak memiliki KTP,” jelas Ketua Divisi Logistik dan Keuangan KPUD Bali, I Wayan Jondra, di Denpasar, Minggu (1/12/2013).

Jondra melanjutkan, kendala yang dihadapi adalah saat seseorang terdata tidak berbasis KTP.

“Ada yang didata, tapi tidak berbasis KTP. Tim verifikasi di lapangan hanya mencatat nama saja,” imbuh mantan Ketua KPU Kabupaten Badung itu.

Masalah yang dihadapi petugas dalam memverifkasi adalah cepatnya pergerakan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Untuk di lapas, karena narapidana tak memiliki KTP, terpaksa petugas memverifikasi berdasarkan berkas tuntutan, ternyata datanya juga tidak lengkap.

Dari 900 orang lebih penghuni lapas, kata dia, 280 orang diketahui tidak memiliki KTP.

Kendati banyak kendala, Jondra menegaskan verifikasi akan terus dilakukan. Ia optimistis kebutuhan Pemilu 2014 yang konon menyedot dana Rp16 miliar itu akan selesai tepat waktu.

Pemilih di Bali untuk Pemilu 2014 terdaftar sebanyak 2,9 juta jiwa. Jumlah tersebut naik sebanyak 300 ribu jiwa dibanding DPT Pilgub Bali yang tercatat 2,6 juta pemilih.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini