nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berikut Kronologis Pembunuhan Holly Angela

Catur Nugroho Saputra, Jurnalis · Selasa 03 Desember 2013 14:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 12 03 500 906432 pOWnZdraoQ.jpg Holly dan Gatot (Foto: Ilustrasi Okezone)

JAKARTA - Polda Metro Jaya sudah menyelesaikan rekonstruksi kasus pembunuhan Holly Angela Hayu, yang merupakan istri siri auditor Badan Pengawas Keuangan (BPK) Gatot Supiartono.

Dalam reka ulang tersebut diketahui, sebelum dibunuh, Holly sudah diikuti oleh salah seorang tersangka Pago Satria Permana dari kediaman ibu angkatnya Ani, di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada 30 September.

Sesampainya di Apartemen Kalibata City, Holly pun menghubungi Ani melalui handphone dan terus berlanjut hingga ke dalam kamarnya 09AT.

Saat masuk ke dalam kamar dia pun langsung dibekap menggunakan sapu tangan yang sudah dibubuhi obat bius oleh pelaku R yang hingga kini masih buron. R sudah menunggu bersama El Riski di dalam kamar. Mereka diketahui masuk ke kamar Holly menggunakan kunci duplikat yang diberikan Gatot.

Saat dibekap tersebut, Holly yang saat itu masih menghubungi Ani akhirnya berteriak minta tolong. Ibu angkatnya pun mendengar teriakannya dan langsung menghubungi petugas keamanan Apartemen Kalibata City serta teman Holly.

Sementara, melihat Holly belum pingsan El Riski kemudian menghantamkan besi sepanjang 50 sentimeter ke kepalanya hingga pingsan. Kaki dan tangan korban diikat menggunakan charger handphone.

Tak lama kemudian, petugas keamanan yang mendapatkan informasi dari ibu angkat Holly langsung menuju kamar 09AT dan menggedornya. Karena tak ada jawaban, petugas pun mencoba mendobrak pintu.

Mendengar pintu didobrak, kedua tersangka pun berusaha kabur melalui balkon. R berhasil melarikan diri dengan merayap ke kamar 09AS, persis bersebelahan ke kamar Holly. Namun, El Riski bernasib nahas, dia terpelset dan jatuh ke lantai dasar hingga tewas.

R pun turun ke balkon kamar 08AS dan memecahkan kaca untuk berdiam diri di dalam kamar hingga keesokan harinya. Selanjutnya, R mendobrak pintu 08AS dari dalam dengan menggunakan pecahan kaca balkon untuk melarikan diri.

Sementara, Kanit V Jatanras Kompol Antonius Agus, mengatakan, dalam rekonstruksi ini tdak ditemukan fakta baru, karena reka ulang ini hanya meluruskan apa saja yang dituangkan dalam BAP. "Hal ini untuk menyakinkan penyidik dalam pemberkasan," ujarnya.

Dia pun menyampaikan, kepada R yang saat ini masih buron untuk menyerahkan diri. "Pada kesempatan ini kami untuk tersangka R yang belum tertangkap untuk menyerahkan diri, bagaimanapun juga akan tertangkap," ujar Antonius, Selasa (3/12/2013).

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini