Share

Bawaslu Banten Akan Rekrut 15 Ribu Relawan Pengawasan Pemilu

Batur Parisi, Okezone · Sabtu 07 Desember 2013 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 07 340 908725 l2tQmtvCGg.jpg ilustrasi Okezone
SERANG - Menjelang pemilu legislatif tahun 2014, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gencar memberikan sosialisasi mengenai pemilu yang masyarakat.
Masyarakat diharapkan tahu, dan mengawasi jika ada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sebelum pemilu, saat pemilu, dan setelah pemilu.
Hal ini terkait masih banyaknya laporan dari beberapa organisasi masyarakat, mengenai pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh calon legislatif. Acara sosialisasi pengawasan Pemilu 2014 ini, diselenggarakan oleh Bawaslu Banten di Kota Serang, Jumat (6/12/2013).
Bawaslu memberikan sosialisasi kepada seluruh insan pers, agar ikut serta membantu mengawasi pada Pemilu 2014 dengan tema “ Menyelamatkan pemilu Indonesia”. Sebelumnya Bawaslu telah bekerja sama dengan ormas, perguruan tinggi, FKUB.
Ketua Divisi Pengawasan Bawaslu Banten Eka Setya Laksana, sebagai nara sumber dan Abdul malik Dekan Unsera. Menegaskan  akan merekrut relawan pengawasan pemilu sebanyak 15.000 orang. Karena di propvinsi Banten ada 20.637 TPS, dan relawan baru ada 5011 orang, sehingga masih kekurangan pengawas.
Untuk saat ini saja, Eka menjelaskan, banyak pelanggaran yang dilakukan oleh para caleg, dengan memasang  Alat Virtual di sarana umum, belum lagi membagikan kaos, money politik, atau sebagainya, menyusup di acara-acara masyarakat yang jelas-jelas bukan acara kampanye. Dan itu akan kami tindak, jika panwaslu kabupaten/kota tidak memberikan sanksi  kepada caleg atau partai yang melakukan pelanggaran.
Tahapan pemilu yang sedang berlangsung saat ini yaitu Kampanye terbatas, melaporkan dana kampanye. Perbaikan DPT, Pemilih invalid pemilih tanpa identitas harus segera di selesaikan sebelum pemilu, di Banten ada 10 juta pemilih dan 404.312 dengan NIK bermasalah dan pertanggal 2 Desember 2013 perbaikan NIK bermasalah hanya 82.424 orang di Banten.
Menurut Abdul Malik nara sumber yang didatangkan oleh Bawaslu, mengatakan saat ini masyarakat juga sudah ikut melakukan pelanggaran dengan menerima uang dari para caleg. Karena melihat di perkampungan sudah banyak alat peraga kampanye yang di pasang, di Rumah, di Pos Kamling, dan di pohon-pohon. Mereka (warga-red) bahkan menerima banyak money politik dari beberapa caleg.
Eka menambahkan, mulai hari Jumat (6/11) sudah diperbolehkan berkampanye untuk para (caleg). "Jika ada caleg yang masih menyusup pada acara-acara masyarakat, itu termasuk pelanggaran, namun caleg boleh mengadakan kampanye dengan mendatangkan masyarakat itu sah-sah saja karena transparan mereka buat acara kampanye”, tambah Eka.
Setelah tanggal 10 Desmeber 2013, Bawaslu akan membuka pedaftaran untuk relawan pengawas pemilu, bahkan Bawaslu Banten akan melakukan pemberdayaan untuk-anak-anak jalanan yang akan mensosialisasikan juga pengawasan pemilu.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini