nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Singapura Blusukan di Bulukumba

Syamsir, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2013 19:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 12 11 373 910913 jCY0GX0wM0.jpg Logo NUS Singapore.

BULUKUMBA - Mahasiswa Indonesia di National University of Singapore (NUS) yang tergabung dalam organisasi PINUS melakukan kegiatan bakti sosial di Desa Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Bulukumba. Kegiatan yang bertajuk Misi Kami Peduli (MKP) ini akan berlangsung selama lima hari mulai 8-12 Desember.

Koordinator kegiatan bakti sosial Miranti Putri Lestari mengungkapkan, kegiatan yang digelar ini sebagai bukti kepedulian mereka terhadap pembangunan desa di Indonesia.

"Sebagai mahasiswa Indonesia yang memiliki peluang untuk kuliah di Singapura, kami ingin berkontribusi dalam pembangunan Indonesia, khususnya di daerah yang sedang berkembang," ucap Miranti, di Bulukumba, Rabu (11/12/2013).

Sebelumnya, mahasiswa NUS ini telah melaksanakan bakti sosial di Medan, Jawa, dan Nusa Tenggara, namun tahun ini program MKP mengunjungi Bulukumba, tepatnya di Desa Bontonyeleng, sebanyak 19 anggota PINUS yang menginap di rumah warga membantu warga desa dalam membangun saluran irigasi, membuat workshop pengolahan gula merah, workshop budidaya lebah madu, hingga mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah.

Dia menambahkan, kehadirannya ingin memberi motivasi bagi anak-anak sekolah di desa Bontonyeleng agar termotivasi untuk belajar. Alasannya, selama ini, di Desa Bontonyeleng sebagian besar anaknya hanya bersekolah sampai SD. Sangat sedikit yang bisa melanjutkan pendidikan dengan alasan tidak punya biaya.

"Dengan kehadiran kami di sini, kami ingin memotivasi agar mereka bersemangat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi," jelasnya.

Dia menjelaskan, desa Bontonyeleng menjadi kegiatan bagi mahasiswa NUS karena direkomendasikan oleh Sulawesi Community Foundation (SCF) sebagai lembaga yang banyak melakukan kegiatan pendampingan di Bulukumba.

Program Manager Capacity Building and Networking, Knowledge Management SCF, Abdul Syukur Ahmad menilai, Bulukumba merupakan salah satu daerah binaan SCF dalam pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Menurut Syukur, Bulukumba dipilih sebagai daerah tujuan kegiatan baksos ini karena memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Bahkan, tidak hanya dalam hal sumber daya alam, namun peningkatan sumber daya manusia (SDM) di pedesaan juga perlu dikembangkan. "Hal ini yang mendasari sehingga Desa Bontonyeleng dipilih untuk program kegiatan sosial ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bontonyeleng Baharuddin, mengemukakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosial ini. Menurutnya, kegiatan tersebut akan sangat membantu pembangunan di desanya.

"Dengan adanya bantuan irigasi, warga bisa panen padi dua kali setahun. Selama ini hanya sekali," ujar dia.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini