Penerjemah Tunarungu Mandela Didakwa Tuduhan Pembunuhan

Ade Hapsari Lestarini , Okezone · Sabtu 14 Desember 2013 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 14 414 912280 oAqgs09otw.jpg Penerjemah bahasa isyarat Mandela. (Foto: Reuters)

JOHANNESBERG - Seorang penerjemah tunarungu yang dalam upacara penghormatan Nelson Mandela dituduh membuat sinyal tangan palsu, sempat didakwa tuduhan pembunuhan pada 2003.

Thamsanqa Jantjie, yang mengaku terkena skizofrenia saat menerjemahkan ke bahasa isyarat di memorial Mandela, selain menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan, juga dikenai tuduhan penculikan dan pencurian.

Melansir ENCA, Sabtu (14/12/2013), kantor berita 24 jam yang berbasis di Afrika Selatan itu mengungkapkan banyak dari tuduhan itu dijatuhkan karena Jantjie dianggap 'tidak layak secara mental untuk diadili'.

Kasus pembunuhan tersebut dirujuk ke pengadilan tinggi Afrika Selatan pada 2004, namun berkas pengadilan kemudian ditemukan kosong. National Authority Jaksa Afrika Selatan membenarkan adanya kasus tersebut, namun tidak bisa mengonfirmasi bagaimana hal itu bisa diselesaikan.

Sebelumnya, seorang penerjemah tunarungu yang dituduh melakukan penipuan dengan menerjemahkan tanda palsu ketika upacara penghormatan Nelson Mandela, mengaku dirinya menderita penyakit skizofrenia.

Penerjemah yang diidentifikasi bernama Thamsanga Jantjie, mengaku dirinya mendengar suara-suara di kepalanya dan mulai berhalusinasi. Hal itu membuatnya membuat tanda-tanda yang membuat marah komunitas tunarungu yang menyaksikan pemimpin dunia memberikan pidato dalam upacara penghormatan Mandela.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini