Penerjemah Palsu, Menteri di Afsel Minta Maaf

Ade Hapsari Lestarini , Okezone · Sabtu 14 Desember 2013 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 14 414 912286 JAVNBgFJSV.jpg Penerjemah bahasa isyarat Mandela. (Foto: Reuters)

JOHANNESBERG - Seorang menteri kabinet di Afrika Selatan (Afsel) telah meminta maaf atas tindakan penerjemah bahasa isyarat palsu, sehingga membuat orang-orang tuli di seluruh dunia marah.

Melansir Metro, Sabtu (14/12/2013), permintaan maaf tertinggi Pemerintah Afrika Selatan datang dari Menteri Kebudayaan Afsel Paul Mashatile. Dia mengatakan reformasi harus dilaksanakan untuk memastikan insiden semacam itu tidak pernah terjadi lagi.

Thamsanqa Jantjie, sang penerjemah tunarungu palsu di memorial Nelson Mandela mengaku telah menerima kekerasan di masa lalu. Dirinya mengaku berhalusinasi karena memberi isyarat tak jelas saat acara penghormatan Mandela itu.

Sebelumnya, Jantjie sempat didakwa tuduhan pembunuhan pada 2003. Dia yang mengaku terkena skizofrenia saat menerjemahkan ke bahasa isyarat di memorial Mandela, selain menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan, juga dikenai tuduhan penculikan dan pencurian.

Komunitas tunarungu internasional menuduh panitia upacara penghormatan Nelson Mandela memperkerjakan penerjemah tunarungu palsu. Akibatnya, kalangan tunarungu tersebut tidak bisa memahami perkataan kepala negara yang memberikan pidato.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini