BOSTON – Salah satu pelaku bom Bostom. Tamerlan Tsarnaev, disebut mendengar suara-suara aneh di kepalanya. Hal tersebut diungkap dalam laporan surat kabar Boston Globe.
Boston Globe melakukan penyelidikan terhadap Tamerlan dan adik laki-lakinya, Dzokhar, selama lima bulan. Mereka ingin mengetahui penyebab kedua pemuda itu melakukan pengeboman.
“Dia percaya kemampuan untuk mengendalikan pikiran seseorang. Tamerlan percaya pikirannya dikendalikan oleh seseorang,” ujar seorang warga Boston, Donald Larking, yang sempat rutin bertemu Tamerlan di sebuah masjid, seperti dikutip Yahoo News, Senin (16/12/2013).
Boston Globe menduga suara-suara aneh itu membuat Tamerlan tertekan secara mental. Hal itu menjelaskan sikap Tamerlan yang mudah melakukan kekerasan.
Selain melakukan pengeboman, Tamerlan juga tersangkut kasus pembunuhan. Pria keturunan Dagestan itu dituduh membunuh tiga temannya beberapa tahun sebelum peristiwa bom Boston.
Tamerlan terbunuh dalam aksi pengejaran oleh polisi beberapa hari setelah melakukan pengeboman. Dzokhar menjadi satu-satunya pelaku yang masih hidup dan kini terancam hukuman mati.
Peristiwa bom Boston terjadi pada 15 April 2013 di tengah Lomba Maraton Boston. Serangan bom tersebut menyebabkan tiga warga tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.