Jawara Bakal Bela Atut Sampai Titik Darah Penghabisan

Batur Parisi, Okezone · Sabtu 21 Desember 2013 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 21 339 915696 PNQAq4AoSX.jpg

SERANG- Sejumlah pendekar Banten menggeruduk gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) demi mengawal Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, kemarin. Tapi, akhirnya mereka membubarkan diri setelah mengetahui KPK menahan orang nomor satu di Provinsi Banten tersebut.

Para pendekar pendukung Atut itupun berjanji akan terus mengawal proses hukum putri Tubagus Chasan Sochib  itu hingga titik darah penghabisan.

Menurut seorang pendekar yang juga pendukung Atut, Udin Safarudin, kehadiran para pendekar itu bukan atas instruksi keluarga besar Atut, melainkan karena ingin membela kebenaran. “Kami terpanggil untuk mempertahankan sosok Gubernur, karena saya kira itu bukan kebenaran yang hakiki, tapi saya kira kebenaran yang sementara. Saya mencium bau aroma politis, bagi saya keputusan manusia itu bukanlah keputusan hakiki. Kerena keputusan itu bukan keputusan absolut, bukan keputusan Tuhan,"  kata Udin kepada okezone, Sabtu (21/12/2013).

Udin mengungkapkan, penahanan Atut merupakan sebuah rekayasa yang cenderung tergesa-gesa. "Saya kira bisa patut dipertanyakan, apakah ini direkayasa, sepengalaman saya, dalam menentukan keputusan, itu kan ada proses kualitatif, ini dipaksakan, tergesa-gesa," katanya.

Dikatakan Udin, satu hal yang membuat para pendukung kecewa karena KPK tidak memperhatikan kondisi Atut. "Ibu atut sedang sakit, dipakasakan pula, barangkali ada aturan khusus, di mana orang sakit tidak bisa dipanggil, saya kira kan begitu,"ungkap Udin.

Pendukung Atut, lanjut Udin, tidak menerima Atut diperlakukan tidak adil. Ketika ditanya, langkah yang akan dilakukan para pendekar tersebut, Udin mengatakan. “Kami akan melakukan koordinasi dengan semua kekuatan pendukung ibu. Karena disini itu, jelas masih kuat didesa  disini itu pendukung ibu."

Selama ini, kata Udin, upaya mendongkel Atut dari kursi kekuatan hanyalah dilakukan oleh sekelompok orang. "Banyak masyarakat Banten yang merindukan beliau, kita lihat misalnya, dengan singkat kita kemarin menyaksikan di KPK, itu adalah spontan, tidak direkayasa, tanpa ada perintah dari keluarga gubernur, itu hanya spontan," katanya.

Udin menambahkan, pasca penangkapan Atut, dirinya tidak bisa menjamin keamanan di Banten. "Saya kira kalau keributan itu tergantung persoalannya, ketika hak-hak mempertahankan kebenaran dilanggar, ketika dimarginalkan, kami akan membela sampai titik darah penghabisan," terang Udin.

Sejauh ini, dia menilai perkembangan Banten sudah sangat baik. "Saya orang yang membentuk provinsi Banten. Jadi kenapa Banten ini harus keluar dari povinsi Jawa Barat?, karena pada masih ikut Jawa Barat, masyarkat Banten itu masih marjinal," ucap Udin

Sekarang, saat Provinsi Banten sudah terbentuk, kata dia, kemajuan pun dirasakan masyarakat. "Alhamdulillah hari ini, kita lihat seperti sekarang ini, bisa kita saksikan. Dianggap hari ini sudah cukup baiklah," kata dia.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini